magista scarpe da calcio Begal Karangploso Ditembak


Begal Karangploso Ditembak



BATU - Satu demi satu, komplotan begal asal Karangploso dibekuk anggota buru sergap Polsek Bumiaji, Batu. Mereka diketahui petugas melakukan aksi perampasan HP dan motor di kawasan sepi Kota Batu.
Kali pertama yang ditangkap Jumat (27/10) pukul 02.00 adalah Suparno alias Genter, 32, warga Dusun Supit Urang, Desa Bocek, Karangploso. Beberapa petugas yang sudah mengetahui keterlibatan pria ini, menangkapnya saat tidur pulas di rumahnya.
Dari pengakuan Genter, muncul nama  Budiono alias Gopar, 40, warga Dusun Borogragal, Desa Donowarih, Karangploso yang sering ikut beraksi melakukan perampokan. Polisi berhasil mengendus keberadaannya di sebuah rumah kos di Jalan Sumpil I Malang.
Wakapolres Batu, Kompol Nurmala menerangkan, anggota Polsek Bumiaji terpaksa menembak kaki kanan Gopar karena mencoba melarikan diri saat petugas menggerebek rumah kosnya, Rabu (1/11) sekitar pukul 15.00.
Dalam pemeriksaan, Gopar mengaku takut pulang ke rumahnya, setelah mendapat kabar polisi berhasil menangkap Genter.  Selang sehari setelah menangkap Gopar, polisi juga menangkap Rudianto alias Klowor, 24, warga Dusun Supit Urang, Desa Bocek, Karangploso.
Selain menangkap ketiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti dari tangan Genter sebuah motor Kawasaki Kaze warna biru, N 6223 CF yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan dan jaket parasut warna putih.
“Ketiganya ditangkap karena melakukan aksi perampasan motor milik salah satu warga Jalan Metro yang sedang ngobrol di lapangan Teletubies, Desa/Kecamatan Bumiaji, 27 September 2017 lalu,” papar Nurmala.
Polisi, kata polwan ini, menunjukkan petunjuk siapa pelakunya dari jaket milik Genter.
“Jaket itu menjadi petunjuk kunci terungkapnya kasus perampokan ini,” tegasnya. Sementara dari tangan Gopar, petugas mengamankan beberapa barang bukti.
Yakni HP merek Samsung Galaxy warna putih dan motor Honda Beat N 2178 BX yang dirampas kelompok perampok jalanan tersebut, di belakang Balai Kota Among Tani, 13 September 2017, sekitar pukul 21.00.
“Sedangkan motor yang dirampas di Lapangan Teletubies sudah dijual ke seseorang dengan harga Rp 1,3 juta. Uang hasil perampokan tersebut, sudah dibagi rata oleh tiga pelaku. Kami masih melakukan pencarian dimana motor tersebut,” paparnya.
Menurut dia, pencarian ini agak menyulitkan karena para tersangka mengatakan menjual motor itu kepada oran yang tidak mereka kenal. Nurmala mengungkapkan, kawanan ini beraksi dengan sasaran orang-orang yang suka ngobrol ditempat-tempat sepi.
Dalam aksinya, mereka menyamar sebagai petugas, menanyai identitas dan meminta KTP. Mereka pun tidak segan-segan menggebuki pelaku hingga babak belur. Setelah korban tidak berdaya mereka pun meninggalkan korban begitu saja.
Aksi yang mereka lakukan ini direncanakan dengan matang. Sebelum keliling mencari sasaran, mereka merencanakan di rumah Genter. Begitu membagi tugas, mereka pun mencari sasaran di tempat-tempat sepi.
Seperti yang terjadi di lapangan Teletubies, saat itu dua pemuda dari Metro, Kelurahan Sisir sedang duduk-duduk di pinggir lapangan. Kemudian tiga pelaku datang dengan mengendarai motor Kawazaki Kaze warna hijau.
Begitu turun, para tersangka langsung menanyakan KTP, kemudian meminta dompet korban. Namun karena korban tidak membawa dompet, ketiga tersangka memukuli korban hingga tak berdaya dan merampas motor yang dibawa. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top