Maling Pepaya Dimassa, Motor Dibakar


MALANG - Masyarakat Desa Wonoayu, Wajak, Jumat (3/11) malam ngamuk. Mereka menghajar satu dari tiga pencuri yang tertangkap tangan, mencuri buah pepaya di kebun milik Satuki, warga sekitar.
Tidak hanya itu, warga juga membakar motor Honda Vario dan mobil pick up yang menjadi sarana beraksi. Pelaku yang tertangkap adalah Krisdianto, 16, warga Dusun Tamparsewu, Desa Bambang, Wajak.
Selain Krisdianto, warga juga menangkap Tatok Erinanto alias Slamet, 26, tetangganya karena terlibat ikut pencurian. Sementara dua pelaku yang kabur, masing-masing berinisial BB, warga Desa Bambang, dan DD warga asal Kepanjen yang tinggal di Desa Bambang.
Kapolsek Wajak, AKP M Azwandi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Malang. “Untuk pelaku yang masih di bawah umur, kami limpahkan ke UPPA,” terang Azwandi. Informasi yang diperoleh, peristiwa main hakim warga tersebut terjadi sekitar pukul 22.30.
Sebelumnya, korban Satuki resah dengan kasus pencurian buah pepaya di kebunnya. Sebab sudah empat kali, korban gagal panen karena buah pepaya yang sudah siap panen telah dicuri. Akhirnya agar tidak gagal panen lagi, seorang diri korban berjaga di kebunnya secara diam-diam.
Saat berjaga itu, ia melihat ada tiga orang masuk ke dalam kebun sembari membawa karung plastik. Ketiganya datang dengan berboncengan tiga sepeda motor. Karena yakin ketiganya adalah pencuri, korban lantas pulang. Ia memberitahu warga sekitar serta perangkat desa.
Kemudian datang ke kebun untuk melakukan penggerebekan ketika ketiganya sedang mencuri. Dua pelaku yang diketahui bernama DD dan BB berhasil kabur. Sedangkan Krisdianto yang sudah terkepung tidak bisa kabur.
Ia kemudian ditangkap dan dipukuli massa. Warga yang geram juga membakar sepeda motor yang digunakan sebagai sarana beraksi. Dari penangkapan ini, kemudian terungkap nama Tatok Erinanto alias Slamet, yang ikut terlibat.
Slamet ini penyedia mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut buah pepaya hasil kejahatan.  Selanjutnya warga lantas mencari Slamet dan berhasil menangkapnya. Bahkan mobil Daihatsu warna biru yang biasa menjadi sarana juga dirusak oleh warga.
Baru kemudian warga menyerahkan Krisdianto dan Slamet, beserta barang buktinya ke petugas Polsek Wajak. "Motor yang dibakar itu milik saya. Baru kali ini saya mencuri. Tetapi belum menikmati hasil, sudah tertangkap.
Begitu juga dengan Slamet, mengaku kalau dirinya baru sekali saja ikut, dalam aksi pencurian sebelumnya. “Saya hanya membantu mengangkut buah pepaya saja, tidak ikut mencuri,” ucap Slamet.
KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Heri Eko Utomo, mengatakan hanya tersangka anak-anak saja yang dilimpahkan ke UPPA. “Sedangkan untuk pelaku yang dewasa tetap ditangani Polsek Wajak,”. tegasnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :