Di Sungai Genengan, Bayi Ditemukan Tidak Bernyawa


 
MALANG - Penemuan bayi juga menggegerkan warga Desa Genengan, Pakisaji, Minggu (05/11/17) pagi. Jaraknya hanya berselang dua jam, dari penemuan bayi di Dusun Segaran, Desa Kendalpayak. Hanya saja, bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Bayi tersebut ditemukan terbungkus kantong plastik warna hitam, dan tersangkut batu di sungai pinggir jalan raya. Kondisinya juga sudah mengeluarkan bau anyir, dan diperkirakan sudah terbuang sejak tiga hari lalu.
“Jenazah bayi setelah dievakuasi, langsung kami bawa ke kamar mayat RSSA Malang. Untuk kasusnya masih kami selidiki,” terang Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto. Ia mengatakan, mayat ini diketahui Abdul Mukid, warga sekitar. 
Pagi itu dia hendak bekerja dengan membuka cucian mobil Karya Jaya. Saat hendak membuka itu, saksi curiga dengan kantong plastik hitam yang tersangkut batu di sungai. Dia melihat ada kaki manusia yang keluar dari lubang kantong plastik. 
“Semula dianggap kantong tersebut berisi boneka. Ia sempat membiarkan dan meneruskan membuka cucian mobilnya,” ucap Suyoto. Namun pikirannya tidak tenang. Apalagi, kantong plastik itu kemudian terhanyut terbawa arus sungai. 
Lantaran ingin memastikan isinya, Abdul Mukid mengejar kantong plastik itu dan mengambilnya. Alangkah terkejutnya, ternyata kantong plastik yang dikira berisi boneka ternyata adalah bayi. Pria ini lantas memberitahu warga lainnya, dan segera melaporkan ke petugas Polsek Pakisaji.
“Kemarin sungai ini sempat kering. Kemudian airnya mulai mengalir dan ada kantong plastik. Saya kira boneka, ternyata bayi,” ucap Abdul Mukid.
Petugas Polsek Pakisaji dan Tim Identifikasi langsung datang ke TKP. Selanjutnya melakukan olah TKP dan evakuasi bayi itu, untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
“Kalau melihat kondisinya, kemungkinan sudah beberapa hari meninggalnya,” pungkasnya.  (agp/mar)

Berita Lainnya :