Tebang Pohon Untuk Punden Gunung Katu

 
MALANG - Delapan warga Kecamatan Pakisaji dan Ngajum mendekam di balik jeruji Polres Malang, sejak Kamis lalu karena mencuri kayu hutan jenis Mahoni di Petak 182 H Kawasan Hutan Produksi, Desa Jatisari, Pakisaji, ternyata cukup kompak. Mereka mengaku kalau menebang kayu lantaran sudah mendapat izin. 
"Sebetulnya kami tidak mencuri kayu. Karena sebelum menebang kayu, sudah mendapat izin dari mandor Perhutani," dalih Tarmuji, yang dibenarkan oleh ketujuh pelaku lainnya.
Para blandong kayu yang diamankan ini adalah, Misenan, 45, Kusenan, 50, Mulud, 40, Jaman, 40, Slamet, 50 serta Wahyudi, 45. Semuanya warga Desa Wadung, Pakisaji. Kemudian Tarmuji, 45, warga Desa Babadan, Ngajum dan Suyanto, 38, warga Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung.
Dalam pengakuannya kepada media saat rilis kasus kemarin, mereka mengatakan kalau kayu Mahoni yang ditebang tersebut bukan untuk dinikmati pribadi. Apalagi sampai menjual kayu itu. Sebaliknya kayu Mahoni yang sudah terpotong menjadi sembilan gelondong itu, untuk kepentingan umum.
"Kayu itu untuk membuat punden (pendopo) di Gunung Katu, Desa Wadung. Pendopo itu supaya bisa dimanfaatkan banyak orang yang berkunjung dan tempat berteduh. Kami sama sekali tidak ada niatan untuk mencuri atau menjual," ungkap mereka.
Rencana pembuatan pendopo adalah kesepakatan kami bersama. Tujuannya adalah untuk memajukan wisata Gunung Katu.
"Kasalahan kami karena kayu tidak digergaji di lokasi, tetapi di tempat lain," ujarnya.
Soal surat tugas yang diakui dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Palapa Saksi Nusantara Pemersatu Bangsa, mereka tidak mengakui. Padahal ketika diamankan, mereka sempat menunjukkan surat tugas tersebut kepada polisi.
Sekadar diketahui, Kamis lalu petugas Polsek Pakisaji mengamankan delapan orang pelaku penebangan kayu hutan jenis Mahoni. Petugas mengamankannya setelah mendapat laporan.
Barang bukti yang diamankan sembilan gelondong kayu Mahoni serta gergaji mesin. Setelah diamankan, kasusnya langsung dilimpahkan ke Polres Malang.
"Untuk kasusnya masih terus dikembangkan. Apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam pencurian kayu hutan tersebut," jelas Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.(agp/jon)

Berita Lainnya :