magista scarpe da calcio Pengurus Lama Tanggung Utang Rp 16 Miliar


Pengurus Lama Tanggung Utang Rp 16 Miliar

 
MALANG – Pihak Tjaturono angkat bicara soal perkara rebutan kepengurusan yayasan pendidikan Taman Harapan Malang. Kuasa hukum ketua pengurus yayasan Taman Harapan Malang Tjaturono, Gunadi Handoko SH MM MHum menegaskan akta kepengurusan yang sah adalah akta 2017.
Surat Keputusan (SK) akta yayasan Taman Harapan Malang lahir pada 24 November 2011, dengan ketua pembina Sardjono Donosepoetro dan ketua pengurus Asmo Basuki Widjojo. Jabatan kepengurusan ini, termasuk kedua orang itu, sudah berakhir pada 24 November 2016 berdasarkan UU Yayasan tentang AD/ART Yayasan yang membatasi masa jabatan selama 5 tahun.
“SK tahun 2014 itu cuma tanda terima Kemenkumham, karena ada pembina dan pengurus lama yang mundur tahun 2013. Salah kalau klaim masih menjabat sampai 2018. Yang benar, hanya jabat sampai 2016. SK yayasan 2011 sudah almarhum karena sudah ada SK 2017,” kata Gunadi dalam preskon di TK Taman Harapan Jalan Dr Cipto, Senin (06/11/17) sore.
Namun, pihak Asmo dan Sardjono menganggap tanda terima 2014 sebagai akta baru yang mengesahkan kepengurusannya, untuk berjalan lima tahun lagi. Hal ini yang dianggap salah oleh Gunadi. Sehingga klaim bahwa pengurus yayasan Sardjono dan Asmo masih berlangsung sampai 2018 tidak benar dan mengada-ada.
Selain itu, munculnya akta yayasan 17 Juli 2017 didasari oleh kevakuman dari November 2016 sampai April 2017. Saat vakum, ketua 1 yayasan lama, yaitu Tjaturono dikagetkan dengan adanya tumpukan utang senilai total Rp 16 miliar. Tagihan ini terdiri dari utang Bank Panin Dubai Syariah tertanggal 13 April 2017, serta utang di dua lembaga keuangan lain.
Utang di Panin Bank sebesar Rp 10 miliar. Utang di BTN dan Koperasi Wahana Mandiri Batu berturut-turut senilai Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar. Gunadi menyebut kliennya, Tjaturono terkejut karena selama ini pengurus dan pembina lain tidak pernah dilibatkan dalam pengajuan kredit ini. Tjaturono sebagai ketua 1 di pengurus tahun 2011, berupaya mengajak ketua pembina untuk rapat yayasan demi mengatasi problem utang ini.
“Saya datang kepada ketua pembina agar ada rapat pengurus untuk bahas utang yayasan, tapi pak Sardjono tidak mau dan ingin menyelesaikan sendiri. Saat itu, ada pihak bank yang sudah ukur-ukur tanah mau eksekusi, pihak sekolah resah dan akhirnya gelar rapat yayasan,” ujar Tjaturono, ketua pengurus yayasan Taman Harapan Malang 2017.
Dia menyebut Sardjono dan Asmo tidak mau datang rapat yayasan walau diundang. Para pengurus dan pembina lain, melaksanakan rapat yayasan. Dari hasil rapat ini, terbentuklah pengurus dan pembina baru di hadapan notaris Dyah Widyawati pada 14 Juli 217, yang disahkan Kemenkumham Dirjen Administrasi Hukum Umum pada 17 Juli 2017.
Sehingga, akta yayasan baru yang diketuai oleh Tjaturono mendapatkan register nomor AHU-0013326.AH.01.12 tahun 2017. Pengurus baru, melakukan somasi tiga kali kepada ketua lama Asmo untuk menyerahkan sertifikat aset yayasan. Tapi tidak ditanggapi sehingga yayasan baru melaporkannya ke Polres Makota, nomor surat STBL/LP/745/VIII/2017/JATIM/RES MLG KOTA.
Pengurus baru, menduga pengurus lama tak bisa menyerahkan sertifikat tanda aset sekolah, karena digadaikan ke bank dan koperasi. Namun, ada dugaan pemalsuan tanda tangan pembina yayasan. Karena, untuk mengajukan utang atau kredit ke bank, minimal harus ada tanda tangan pembina lain.
Dua pembina yayasan merasa tidak pernah menandatangani pengajuan utang. Pengurus baru melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan ke Polda Jatim dengan terlapor Sardjono. Selain itu, Gunadi juga melaporkan Su’ud SH, anggota tim kuasa hukum Asmo, karena dituding melakukan pencurian dengan kekerasan serta perbuatan tidak menyenangkan, saat memaksa mengambil akta yayasan tahun 2011 di kantor Jalan Dr Cipto 9, September 2017 lalu.(fin/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top