Tahanan Narkoba Tambaksari Meninggal


MALANG POST – Tahanan Polsek Tambaksari, Haditriyono, 52, tewas setelah dilarikan ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Moch Dahlan, Selasa (7/11) sekitar 17.00. Warga Jalan Ploso VI Surabaya ini ditahan karena menjadi tersangka pengedar 2 ons sabu-sabu.
Sebelum tewas, korban sudah tiga kali dilarikan ke RS Bhayangkara Moch Dahlan untuk dilakukan pengobatan.
Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lilly Djafar mengatakan, korban tewas lantaran menderita sakit jantung koroner, dan diabetes yang sangat parah. “Korban ini sudah beberapa kali dilakukan pengobatan oleh anggota Polsek Tambaksari,” kata Lilly, Selasa (7/11).
Menurut Lilly saat dilakukan pemeriksaan korban ini tidak ada tanda tanda kekerasan dari tubuhnya. “Setelah kami periksa, korban ini tewas karena memang sakit yang diderita,” ungkapnya.
Lilly menambahkan tersangka Haditriyono ini mendekam di tahanan setelah ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari, Kamis (26/10) pukul 01.30. Lantaran, dia mengedarkan dan menyimpan 2 ons SS yang disimpan di tabung freon.
Setelah ditahan selama empat hari, Sabtu (30/10) tersangka ini mengeluh sakit. Akhirnya, anggota Reskrim Polsek Tambaksari membawa tersangka ke Poliklinik Polrestabes Surabaya. Namun dokter merekomendasikan tersangka bisa melanjutkan masa penahanan di Mapolsek Tambaksari.
Keesokan hari, Kamis (2/11) tersangka ini kembali mengeluh sakit. Penyidik membawa tersangka ke RS Bhayangkara Moch Dahlan. Namun dokter kembali menyatakan tersangka cukup hanya menjalani rawat jalan, dan tidak perlu dilakukan opname.
Selama menjalani masa penahanan ini, tersangka ini selalu dalam kondisi muntah. Senin (6/11), tersangka kembali dibawa ke RS Bhayangkara Moch Dahlan untuk dilakukan pengobatan. Namun Selasa (7/11), dokter menyatakan pelaku ini dinyatakan sudah meninggal. “Tersangka ini langsung dibawa keluarganya untuk dimakamkan,” terang Lilly.
Lilly mengatakan tersangka ini dimakamkan di Buduran, Sidoarjo, tempat orang tuanya tinggal. “Pihak keluarga meminta pelaku ini dimakamkan di sana, kami serahkan semuanya ke keluarga,” ujarnya.
Sebelum dilakukan penangkapan, dan penahanan pelaku ini pernah dirawat di rumah sakit Adi Husada. “Kami masih mencari rekam medis dari tersangka ini ke keluarga pelaku,” ujar mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak.(sar/no/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :