Jasad Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Trotoar


MALANG - Jasad laki-laki ditemukan Imam (45) warga Jalan Raya Dusun Mangunrejo Rt 9 Rw 3 Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tepat didepan rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa (7/11). Laki-laki malang tanpa indentitas itu ditemu tepat di trotoar dengan kondisi terbujur kaku didampingi perempuan yang diduga pasangannya.
Dikatakan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi, jasad tanpa identitas tersebut diduga meninggal karena kedinginan dan kepalaparan yang baru diketahui tidak bernyawa pada pagi hari oleh saksi. “Jasad yang ditemukan oleh Imam didepan rumahnya ketika ia membuka pintu dan melihat dua orang laki-laki dan perempuan. Dimana salah satunya dalam posisi tidur, namun setelah diamati dan diperiksa olehnya sudah tidak bernyawa," ujar Iptu Supriyadi kepada Malang Post.
Kemudian, lanjut Iptu Supriyadi, penemuan jasad laki-laki itu dilaporan Imam ke Zaeni (45) yang merupakan perangkat Desa Mangunrejo. Untuk kemudian dilaporkan ke Polsek Kepanjen. Dari laporan tersebut gerak cepat dilakukan oleh Kapolsek Kepanjen beserta jajarannya segera menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
"Setelah memeriksa mayat dan tidak didapatkan identitas sama sekali, Bimaspol Desa Mangunrejo dan jajaran Polsek Kepanjen melaporkan kejadian tersebut kepada Petugas piket BPBD dan Tim BPBD untuk megirimkan ambulan bergerak lokasi guna evakuasi menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang," imbuhnya.
Dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, ciri-ciri jasad laki-laki itu diperkirakan berusia 60 tahun, tinggi badan 165 cm dengan ciri fisik kulit sawo matang, rambut ikal, kumis jenggot tak terawat dan bertubuh kurus. Ketika ditemukan, korban diketahui memakai kaos hitam, celana panjang hitam, sarung kotak-kotak bersama seorang perempuan yang juga tidak diketahui identitasnya. Supriyadi juga menambahkan, jasad tanpa yawa tersebut juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau diduga karena pembunuhan.
"Setelah berbagai informasi kita kumpulkan dari beberapa saksi, ternyata jasad gelandangan laki-laki bersama perempuan tanpa identitas adalah geelandangan. Sementara untuk perempuan yang bersamanya tidak bisa ditanyai karena mengalami gangguan jiwa. Warga sekitar juga mengungkapkan jika pasangan tersebut sudah lama sering lewat di jalanan sekitar Kepanjen sebagai gelandangan yang tidur di sembarang tempat," tandasnya. (eri/mp)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...