Warga Mulai Ingin Adopsi


 
MALANG - Polisi masih mencari tahu, siapa pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan warga di Jalan Raya Segaran, Desa Kendalpayak, Pakisaji, Minggu lalu. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh petugas, namun masih belum ada titik terang. 
Dugaannya, pelaku berdomisili tidak jauh dari sekitar TKP pembuangan.
“Kalau melihat kondisi bayi ketika ditemukan waktu itu, sepertinya baru dibuang. Bisa jadi pelaku pembuangan, tidak jauh dari sekitar TKP,” jelas Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan.
Sementara itu, banyak warga sekitar yang ingin sekali mengadopsi bayi perempuan tersebut. Salah satunya adalah pemilik rumah, tempat ditemukannya bayi malang itu. Termasuk beberapa warga lain, yang memang tidak memiliki anak.
“Banyak yang mau mengadopsi. Mereka sudah menyampaikan secara lisan kepada kami,” ucap Sigit. Untuk proses adopsi, Sigit mengatakan masih akan berkoordinasi dengan Camat Pakisaji dan Dinas Sosial Kabupaten Malang. 
Karena orangtua yang mengadopsi harus melalui beberapa persyaratan. Salah satunya adalah lewat pengajuan dan persidangan.
Saat ini lanjutnya, bayi perempuan itu masih dalam perawatan di Puskesmas Pakisaji. Sebelummya bayi malang itu dirawat di rumah bidan desa. Namun karena untuk memudahkan pemantauan kondisinya, sejak kemarin bayi dititipkan di Puskesmas Pakisaji.
"Kami masih lihat perkembangan kondisi bayinya. Jika memang sudah sehat, mungkin akan kami sampaikan ke Dinas Sosial Kabupaten Malang. Termasuk keinginan warga yang ingin mengadopsi, lantaran kami tidak mau sampai salah prosedur," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Minggu (5/11) pagi warga sekitar Jalan Raya Segaran, Desa Kendalpayak, Pakisaji geger dengan penemuan bayi perempuan. Bayi itu terbungkus kain jarik warna coklat dan dimasukkan ke dalam kardus bekas air mineral.
Bayi malang itu, kali pertama ditemukan oleh Mudayati, warga sekitar. Semula dikira kardus itu berisi sampah. Namun setelah dibuka ternyata berisi bayi yang masih lengkap dengan tali pusarnya. (agp/mar)

Berita Lainnya :