Obrak Abrik Rumah Judi


 
MALANG - Jangan lari! Jangan ada yang lari! Teriakan Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan ini membuat 19 orang yang berada di rumah Harjo, 50, warga Dusun Kertorejo, Desa Peniwen, Kromengan tersentak kaget. 
Mereka hanya diam ketika beberapa polisi berpakaian preman masuk ke dalam rumah. Sedangkan sisanya, menjaga di sekeliling rumah tersebut agar tidak ada yang kabur. Ya, dini hari kemarin, anggota gabungan dari Polsek Kromengan Polres Malang menggerebek rumah tersebut. 
“Rumah ini memang sudah jadi target operasi karena sering dibuat judi kartu remi dan lintrik,” kata Okta kepada Malang Post yang melihat langsung penggerebekan tersebut.
Menurut dia, penggerebekan ini termasuk cukup besar. Sebab, lima kalangan perjudian, digelar di dalam ruang tamu dan teras rumah. Setiap kalangan terdiri dari empat sampai lima pejudi.
“Total 19 orang berhasil diamankan dengan barang bukti lima set kartu serta uang Rp 638.000,” ungkapnya.
Mantan anggota intel Polres Malang Kota ini menerangkan, penggerebekan judi tersebut berasal dari keluhan masyarakat yang resah, karena rumah Harjo ini dijadikan arena judi setiap malam. Penjudinya pun tidak hanya warga sekitar, namun juga dari luar desa. 
“Dari keluhan masyarakat ini, kami lantas tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pengamatan ke sekitar lokasi,” tambahnya.
Ternyata, apa yang disampaikan warga sekitar ini bukan abal-abal. Namun Rabu (08/11/17) dini hari, jumlah kalangan judi yang digelar cukup banyak. 
‘Kami koordinasi dengan Satreskrim Polres Malang untuk bersama-sama ikut melakukan penggerebekan karena jumlah penjudinya sangat banyak. Begitu kekuatan cukup, kami gerebek. Sehingga tidak ada satupun yang bisa lolos,” katanya bangga. 
Namun karena pelaku yang ditangkap mencapai 19 orang, Polsek Kromengan memilih melimpahkan kasusnya ke Satreskrim Polres Malang.
“Kalau nama-nama pelaku, bisa koordinasi dengan petugas di sana,” tegas dia.
Pemeriksaan sementara, arena judi tersebut digelar hampir setiap malam. Alasan mereka perjudian digelar untuk melekan bayi.
“Namun ketika kami teliti, sama sekali tidak ada orang yang baru melahirkan. Mungkin hanya alibi saja. Yang pasti, apapun bentuk perjudian di wilayah Kromengan akan kami libas,” tutup Okta.  (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :