PG Kebonagung Dinyatakan Lalai


 
MALANG - Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya hasil pemeriksaan dari Labfor Cabang Surabaya, terkait kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PG Kebonagung, Pakisaji telah keluar Selasa (7/11) lalu. Hasil Labfor memastikan ada unsur kelalaian. 
Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, Rabu (08/11/17).
"Hasil dari Labfor sudah kami terima. Memang dinyatakan ada unsur kelalaiannya," ungkapnya kepada Malang Post.
Dijelaskannya, dari hasil Labfor disebutkan ada unsur kelalaian yang dilakukan karyawan. Dalam hal ini adalah Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Kebonagung Pakisaji, yang menjadi korban dalam musibah kecelakaan kerja tersebut. 
Namun tidak menutup kemungkinan, ada pihak lain yang ikut bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
"Kalau kelalaian dari karyawan, bisa jadi dia korban sekaligus tersangka. Tetapi bisa jadi ada pihak lain yang ikut bertanggungjawab atas kejadian itu," terang Azi.
Siapa pihak lain itu? Azi mengatakan masih belum mengetahui. Untuk menentukannya masih harus menunggu hasil gelar perkara. Rencananya hari ini penyidik Reskrim Polres Malang akan menggelar kasus kecelakaan kerja tersebut.
Ditambahkannya, selain menegaskan ada unsur kelalaian, hasil Labfor Polda Jatim juga meminta penyidik Reskrim Polres Malang untuk menambah beberapa keterangan saksi. Tambahan saksi ini, akan segera dilakukan dalam minggu ini.
"Apakah ada tersangka dalam kasus kecelakaan kerja ini, akan diketahui dari hasil gelar perkara. Yang pasti, sesuai hasil dari Labfor bahwa ada unsur kelalaian. Ini yang akan kami dalami, untuk menentukan siapa yg harus bertanggungjawab," tegasnya.
Seperti diberitakan, Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Pakisaji tewas mengenaskan. Karyawan PG Kebonagung ini, meregang nyawa Sabtu (7/10) setelah tergencet bagian mesin penggilingan. Padahal tahun depan ia sudah masuk masa pensiun.
Korban sedang memperbaiki salah satu mesin giling yang rusak. Ada lima mesin giling di dalam area tersebut, yang rusak adalah mesin nomor empat. Supaya mesin bisa difungsikan lagi, harus mengganti pinion dan pemasangan fiendes fleksibel kopling.
Karena berat alat tersebut hampir sekitar dua ton, maka untuk mengangkatnya menggunakan crane. Di tengah pengerjaan itulah, ketika sudah terangkat setengah, tiba-tiba salah satu seling crane putus. Akibatnya fiendes fleksibel tersebut terguling dan langsung menimpa tubuh korban. (agp/mar)

Berita Lainnya :