Temukan Bocah di Pasar Singosari

 
MALANG – Polsek Singosari menemukan seorang anak kecil berkebutuhan khusus yang tersesat di Pasar Singosari. Gadis kecil yang belakangan diketahui bernama Khoirunnisa, 8 tahun itu, sempat dibawa ke pos polisi Pasar Singosari sebelum ditempatkan di Polsek Singosari. Kapolsek Singosari, Kompol Wachid Arifaini masih belum tahu bagaimana caranya Nisa, sapaan akrab gadis kecil itu, tiba-tiba berada di Pasar Singosari.
“Kami sampai sekarang masih belum tahu, bagaimana dia bisa sampai di Pasar Singosari, padahal rumahnya di Sidodadi Lawang. Apakah hampir jadi korban penculikan, kami masih gali,” kata Arifaini kepada Malang Post ditemui siang kemarin di Polsek Singosari. 
Pasalnya, jarak antara Sidodadi dan Pasar Singosari terhitung jauh. Apalagi, kondisi Nisa juga khusus. Kejadian penemuan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diawali dari keributan di Pasar Singosari, pukul 09.00 WIB kemarin. Para pedagang dalam pasar, rebutan memeluk Nisa yang saat ditemukan tengah membawa bungkusan berisi cemilan dan minuman ringan.
Saat ditanyai, Nisa sama sekali tidak menjawab dan hanya diam. Sehingga, pedagang berinisiatif menyerahkan Nisa ke pos polisi. 
“Anggota akhirnya mencoba mencari keterangan, tapi tidak berhasil karena anaknya diam saja. Setelah itu, dia diajak naik mobil ke Polsek Singosari untuk diamankan di Binmas,” kata Arifaini.
Sesampainya di Binmas, Nisa masih belum mengeluarkan suara. Saat diminta menulis, Nisa hanya mencoret-coret kertas dengan alfabet dasar. Polsek Singosari langsung membuat pengumuman di media sosial tentang keberadaan anak ini. Sekitar pukul 12.00 WIB, datang ibu-ibu yang mengaku sebagai keluarga si bocah hilang.
Dari keterangan yang dihimpun, Anna Mufidah (38) warga Jalan Sidomuncul RT 02 RW 02 Sidodadi Lawang panik bukan kepalang, pagi kemarin. Putri keduanya, Khoirunnisa, 8 tahun hilang begitu saja dari rumah. Selama berjam-jam, dia panik dan bingung mencari keberadaan putrinya.
Baru setelah siang hari, dia mendapat informasi dari media sosial bahwa putrinya diamankan di Polsek Singosari. Dia datang menjemput anaknya dan pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Singosari sangat berharap warga masyarakat menjaga buah hatinya. “Kalaupun mengantar sendiri anak ke sekolah, atau dititipkan ke orang yang dipercaya, kami harap ada pengawasan ekstra,” kata Arifaini.
“Sampai sekarang kita belum sampai dan jangan sampai ada kasus penculikan anak. Karena itu, kesadaran orangtua untuk menjaga buah hatinya harus diperkuat. Saya sendiri masih punya anak usia 1,5 tahun. Saya memahami benar ketika ibu dari Nisa bingung saat mencari-cari anaknya,” tutup Arifaini.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :