Siswi SMK Lahirkan Bayi di Semak-Semak

 
MALANG – Warga desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari heboh dengan adanya penemuan bayi yang masih hidup. Hari Sabtu siang lalu, siswi dari salah satu SMK di Singosari, inisial FN (15), melahirkan bayi di semak-semak dekat sebuah sumur di Desa Ardimulyo. Warga heboh karena bayi tersebut menangis dan menarik perhatian masyarakat.
Kapolsek Singosari, Kompol Wachid Arifaini membenarkan ada kejadian ini hari Sabtu lalu. “Benar, ada siswi yang melahirkan bayi di Ardimulyo,” kata Arifaini kepada Malang Post diwawancarai di Polsek Singosari siang kemarin. 
Menurut keterangan yang dihimpun Polsek Singosari, FN sudah mengandung tua ketika berjalan sendirian di Desa Ardimulyo. Namun, karena memakai kerudung yang lebar dan kendor, bentuk badannya yang sudah seperti orang hamil jadi tersamarkan. Saat berjalan, FN merasakan sakit dan mulas-mulas yang tak tertahankan. Dia berhenti di salah satu sumur yang dikelilingi semak-semak. Warga pun sempat melihat FN berjalan menuju area itu.
“Dia juga sempat menyapa warga, tapi karena tidak ada gerak-gerik mencurigakan, warga pun biasa menanggapinya,” kata Arifaini. 
Namun, setelah sampai di semak-semak tersebut, FN langsung melakukan proses melahirkan seorang diri. Begitu lahir, tangisan bayi memancing perhatian warga.
FN yang sudah dalam kondisi kecapekan dan hampir pingsan, hanya bisa pasrah ketika didatangi warga. Masyarakat pun panik melihat adanya siswi yang melahirkan di semak-semak. Apalagi bayi berjenis kelamin perempuan itu masih hidup. FN yang telah berdarah-darah, terkulai lemah ketika diangkut ke kendaraan. Dengan cepat, warga mengamankan ibu muda dan jabang bayi tersebut secara bersamaan.
FN, masih mengenakan seragam pramuka, diangkut ke Puskesmas Ardimulyo bersama bayinya. “Berat bayinya sendiri 3 kilogram kalau tidak salah, dia dilahirkan secara normal dan kondisinya sehat,” tandas Arifaini. 
Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian yang datang sesaat setelah kejadian ke Puskesmas Ardimulyo, langsung menanyai FN terkait bapak dari jabang bayi.
FN yang duduk di kelas 10, mengakui bahwa bayi itu hasil hubungannya dengan kakak kelasnya, yang duduk di kelas 12. Akhirnya, kepolisian, bersama orangtua FN, mendatangi remaja yang menghamili FN tersebut. Menurut Arifaini, kedua keluarga sepakat untuk menikahkan anak-anaknya.
“Kedua keluarga sepakat menikahkan keduanya. Jadi, mediasi ini tidak sampai diproses hukum. Yang penting laki-lakinya tanggungjawab. Anggota kami juga hadir saat proses mediasi dilakukan. Kabarnya, Minggu malam kedua keluarga juga gelar brokohan atau syukuran bayi,” tutup Arifaini.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :