Terpeleset Pasir, Ngateman Dilindas Truk Pasir


 
MALANG - Kecelakaan merenggut korban jiwa kembali terjadi di Kota Malang. Kemarin pagi, Ngateman, 43, warga Jalan Tutut RW06 RW01, Kedungkandang, Malang mengembuskan nafas terakhirnya di jembatan Gadang, Malang.
Pengendara motor Honda Vario, N 2479 AAR ini jatuh di jalan dan terlindas truk, N 8848 CB bermuatan pasir yang yang dikendarai Sunarip, 43, warga Jalan Nurul Muttaqim, Tlogowaru, Kedungkandang. 
Informasi yang dihimpun, Ngateman melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dari arah Timur. Menurut beberapa keluarganya, pengusaha las ini hendak melihat orderan pagar rumah di kawasan Kebonagung, Pakisaji.
Sampai di TKP, ia berusaha menyalip truk pasir yang dikemudikan Sunarip dari sebelah kiri. Usai jembatan Gadang, dia berusaha menyalip truk. Saat itulah ia menyadari bahu jalan ternyata menyempit.    
Ia berusaha mengerem motornya secara mendadak. Namun, apa yang dilakukannya justru fatal. Motornya justru tergelincir oleh tumpukan pasir. Ngateman jatuh ke sebelah kanan motornya. Atau sejauh 1,5 meter.
“Nah, saat jatuh itulah, truk melintas persis di belakangnya. Korbannya langsung terlindas. Truk tidak bisa mengerem karena jaraknya dekat,” kata Saipul, salah satu pedagang sayuran kentang di Pasar Induk Gadang.
Tak ayal, peristiwa ini menghebohkan pengguna jalan yang lewat. Mereka berusaha menutupi Ngateman yang tewas seketika dengan kardus. Sedangkan lainnya melaporkan ke polisi. Sunarip sendiri, diamankan di pos polisi yang tak jauh untuk menghindari massa yang geram. 
Musripah, istrinya yang datang setelah mendapat kabar, menangis sesenggukan di lokasi kejadian. Ia juga mengantar jenazay suaminya ke kamar mayat RSSA Malang.
“Tadi memang terburu-buru karena sudah ditelepon oleh teman kerjanya,” ungkap dia.
Kanit Laka Lantas Polres Makota, Iptu Budi Junaedi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendahului kendaraan dari sebelah kiri karena hal itu sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (mg1/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :