Pembunuh Taman Rolak Diancam Berat


 
MALANG - Setelah tiga tersangka dibawah umur pembunuh Taman Rolak diadili, keluarga korban kini menantikan pengadilan tiga tersangka dewasa. Yakni, Yani Dedik Saputra alias Fani, 21, warga Kalisari Wonokoyo, M Taufik, 19, warga Kalianyar Wonokoyo dan M Mas’ud, 26, warga Muharto Kotalama.
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Malang, Ubaydillah SH menegaskan pasal yang diterapkan berlapis.
“Kita terapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, tapi ada juga 338 KUHP dan 170 KUHP,” katanya kepada Malang Post.
“Kita jaga-jaga agar para terdakwa pelaku pembunuhan ini jangan sampai luput dari jeratan hukum,” katanya lagi.
Seperti diberitakan, Zainudin ditemukan tewas dalam kondisi leher tergorok di kawasan rolak Sungai Amprong Kedungkadang, Kota Malang, Rabu (30/8) pagi.
Menurut Ubay, Kejari Malang menurunkan dua jaksa untuk menangani tiga terdakwa tersebut. Jaksa Samsul Sahubawa SH menangani terdakwa Fani dan Taufik, sedangkan jaksa Wanto Hariyono SH mendakwa Mas’ud. Dia meyakini tuntutan para jaksanya akan memenuhi pasal pembunuhan berencana.
“Karena, sudah ada sidang kasus yang sama tapi tiga pelaku di bawah umur. Hakim terbukti mengabulkan pasal 340 KUHP karena pemenuhan unsur perencanaan,” papar Ubay. 
Namun karena para pelaku masih dibawah umur, putusannya hanyalah setengah dari putusan dewasa. “Masing-masing kena 10 tahun,” tandas dia.
Dengan dasar inilah, Ubay menyebut minimal para terdakwa pelaku pembunuhan itu, bakal terjerat hukuman belasan tahun. Belum lagi, bila hakim PN Malang menganggap para pelaku itu layak dihukum seumur hidup, bahkan dihukum mati, tiga terdakwa diwajibkan memiliki penasehat hukum. Berkas perkara mereka, telah didaftarkan di PN Malang pada Rabu (8/11) lalu.
Rencananya, tiga terdakwa bakal menjalani persidangan pada Rabu (15/11) di ruang sidang Cakra PN Malang.
“Kita masih menunggu penetapan hakim yang akan mengadili para terdakwa,” tutupnya. (fin/mar)
 

Berita Lainnya :

loading...