Pengedar Digebuk Tiga Pasal

 
MALANG – Sepak terjang Muhammad Abu Bakar Al Hamid alias Momo sebagai pengedar sabu sekaligus ganja berhenti di Kota Malang. Setelah ditangkap Resnarkoba Polres Makota, jaksa Kejari Malang, Samsul A Sahubawa SH langsung menggebuknya dengan tiga pasal sekaligus agar dia tak lepas dari jeratan hukum.
Pada tuntutan primair, Samsul menerapkan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 terhadap pria yang ditangkap di Jalan Garbis 11 Bareng Klojen itu. Sebelum tertangkap, terdakwa ditagih janji oleh terdakwa lain bernama Agha Ahmed Adafi yang ingin merayakan ulang tahun dengan pesta sabu-sabu.
“Saksi Agha Ahmed Adafi sampai di rumah saksi Muhammad Ilham dan bertemu dengan terdakwa Momo lalu terdakwa menyerahkan 1 bungkus plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 0,5 gram secara cuma-cuma sebagai hadiah ulang tahun,” kata Samsul dalam dakwaan yang didaftarkan ke PN Malang, Jumat kemarin.
Pengedar sabu sekaligus ganja itu juga menguasai tiga bungkus kresek hitam berisi ganja yang dibeli dari pengedar bernama Marko di Krian Sidoarjo seharga Rp 4 juta. Ganja ini awalnya berupa satu balok lakban cokelat yang dibawa dari Sidoarjo ke rumah terdakwa lain Muhammad Ilham.
Setelah membagi ganja tersebut menjadi tiga bagian, mereka digerebek oleh polisi. Selain pasal 114, Samsul juga menjerat Momo dengan pasal 111 dan 112 UU nomor 35 tahun 2009. Rencananya, Momo baru menjalani sidang perdananya pada 16 November, Kamis mendatang di ruang sidang Cakra PN Malang.
Sementara, Agha yang didakwa oleh jaksa Wanto Hariyono SH sudah menjalani tujuh persidangan, mulai dari pembacaan dakwaan, pemeriksaan saksi, pembacaan tuntutan hingga pledoi terdakwa. Rencananya, hakim PN Malang akan membacakan putusan terhadap Agha pada Senin 13 November mendatang.(fin/jon)

Berita Lainnya :