Waspada Peredaran Jamur Narkotika

 
MALANG – Badan Narkotika Nasional Kota Malang mewaspadai peredaran magic mushroom yang dikemas sebagai cemilan olahan jamur. BNN Kota Malang sudah melakukan operasi rutin untuk mencegah peredaran cemilan tersebut yang populer di daerah Jakarta maupun Bandung Jawa Barat.
“Benar, saat ini memang beredar magic mushroom yang diolah menjadi cemilan, dijual layaknya makanan biasa padahal mengandung zat adiktif,” kata AKBP Bambang Sugiharto, Kepala BNN Kota Malang kepada Malang Post. 
Bentuk magic mushroom yang dikemas layaknya kudapan itu, adalah bentuk upaya produsen untuk mengelabui petugas berwajib.
Dari keterangan Bambang, magic mushroom tersebut diolah dengan cara digoreng. Lalu, jamur itu dikemas dalam bungkus silver, lengkap dengan logo Snack Good, handmade alias buatan tangan. Jika dilihat secara sekilas, maka konsumen tidak akan bisa membedakan apakah itu jamur biasa atau magic mushroom.
“Dia diedarkan sebagai camilan dan itu berbahaya. Saat ini BNN sudah bergerak menyita maupun mengantisipasi peredarannya,” kata Bambang. 
Terkait peredaran di Malang, pihaknya sudah melakukan operasi rutin dan melakukan pemantauan. Sampai saat ini, kata Bambang, pihaknya belum menemukan cemilan magic mushroom beredar secara bebas dan terbuka.
Kendati demikian, dia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap segala jenis makanan baru yang tidak jelas label produksi maupun bahan bakunya. Jika masyarakat menduga kuat adanya zat narkotika yang terkandung dalam makanan tertentu, maka Bambang mendorong warga untuk laporan ke BNN Kota Malang.
“Kami mendorong warga masyarakat untuk waspada, dan tidak segan melapor kepada BNN bila menemukan makanan yang dicurigai mengandung zat adiktif yang dilarang undang-undang,” tambahnya. 
Selain itu, pihaknya juga melakukan operasi rutin untuk memantau peredaran obat-obat keras yang disalahgunakan.
BNN Kota Malang menyisir apotek-apotek untuk mencari obat semacam PCC yang dipakai untuk nge-fly. Meskipun hasil operasi masih nihil, Bambang tetap meyakini peredaran obat keras yang disalahgunakan, bisa membahayakan generasi muda.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :