Kasus Laka Kerja PG Kebonagung SP3

 
MALANG – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PG Kebonagung, sepertinya tidak berlanjut. Kasusnya akan berhenti atau SP3 (surat penghentian penyidikan perkara). Hasil gelar perkara penyidik Reskrim Polres Malang Jumat (10/11) lalu, bahwa tersangkanya adalah karyawan yang meninggal menjadi korban. Demikian ditegaskan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, kepada Malang Post.
Ia mengatakan bahwa hasil gelar perkara, tidak ditemukan tersangka lain selain Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Pakisaji, karyawan PG Kebonagung yang menjadi korban.
“Hasil Labfor dan gelar perkara, memang ada unsur kelalaian. Namun penyebab kelalaian itu, yang harus bertanggungjawab adalah korban yang meninggal dunia,” terang Azi Pratas Guspitu.
Sedangkan dari perusahaan, sudah sesuai prosedur dan SOP. Perusahaan sudah menyiapkan check list untuk pemeriksaan alat mesin sebelum dan sesudah bekerja.
“Tetapi ternyataan saat kejadian kecelakaan kerja tersebut, korban tidak mengisi check list. Sehingga peristiwa kecelakaan kerja tersebut, karena kelalaian dari korban,” ujarnya.
Karena yang menjadi tersangka atas kelalaian kecelakaan kerja tersebut juga menjadi korban, maka kasusnya akan segera dihentikan. Polisi segera akan menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3).
Sekadar diketahui Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, kembali meminta tumbal, pada 7 Oktober lalu. Seorang karyawannya tewas setelah tergencet bagian mesin penggilangan. Kobannya adalah Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Pakisaji.
Kejadian terjadi Sabtu pagi pukul 08.00, di dalam area Stasiun Gilingan PG Kebonagung. Berawal ketika korban memperbaiki salah satu mesin giling yang rusak.
Ada lima mesin giling di dalam area tersebut, yang rusak adalah mesin nomor empat. Supaya mesin bisa difungsikan lagi, harus mengganti pinion dan pemasangan fiendes fleksibel kopling.
Karena berat alat tersebut hampir sekitar dua ton, maka untuk mengangkatnya menggunakan crane. Di tengah pengerjaan itulah, ketika sudah terangkat setengah, tiba-tiba salah satu seling crane putus. Akibatnya fiendes fleksibel tersebut terguling dan langsung menimpa tubuh korban.(agp/mar/jon)

Berita Lainnya :