Berkas Pembunuh Ibu Kandung Segera Dilimpahkan

 
MALANG – Masih ingat dengan kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Kecamatan Lawang, pada 27 September lalu. Kasus yang menewaskan Suyati, 41 tahun, warga Jalan Indrokilo Selatan Lawang itu, segera memasuki babak baru. Penyidik Reskrim Polsek Lawang, dalam waktu dekat akan menyerahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP), tersangka Aman Dwi Prayogi ini, ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor keluar, berkasnya langsung segera kami limpahkan ke Kejaksaan. Mungkin dalam minggu ini, hasilnya akan keluar,” jelas Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito.
Menurutnya, sebelumnya Unit Reskrim Polsek Lawang telah mengirim empat barang bukti untuk diperiksa ke Labfor cabang Surabaya di Polda Jatim. Yakni, kawat seling, talenan kayu, baju serta celana tersangka yang terdapat bercak darah.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara pasti, alat mana yang digunakan Aman untuk menghabisi Suyati, ibu kandungnya. 
“Apakah karena pukulan talenan kayu, ataukah kawat seling yang digunakan untuk menggantung tubuh ibunya. Karena itu harus perlu pembuktian yang akurat,” ungkap Hadi Puspito.
Hasil atau petunjuk dari Labfor tersebut, untuk melengkapi berkas BAP tersangka. Baru kemudian berkasnya segera dikirim ke Kejari Kepanjen, untuk pelimpahan tahap awal. 
“Sebetulnya sudah tidak ada pemeriksaan tambahan lagi. Semuanya sudah lengkap, tinggal menunggu hasil Labfor saja,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini.
“Apalagi dalam pemeriksaan tambahan sebelumnya, tersangka juga mengakui terus terang kalau pembunuhan dilakukan sendirian tanpa dibantu orang lain. Tersangka membunuh karena alasan jengkel,” sambungnya.
Sekadar diketahui, 27 September 2017 lalu warga digemparkan dengan kasus pembunuhan sadis. Aman Dwi Prayogi, nekat membunuh ibu kandungnya sendiri, yakni Suyati, 41.Korban dipukul dengan menggunakan talenan kayu saat tidur, pada bagian kepalanya. Kemudian untuk memastikan sudah tidak bernyawa, tubuh ibunya digantung dengan menggunakan kawat seling.
Ironis, pembunuhan itu dilatarbelakangi karena rasa jengkel. Tersangka sakit hati karena tidak dibelikan helm. Dan lebih ironisnya lagi, setelah melakukan pembunuhan, tersangka woro-woro kepada tetangga dan keluarganya kalau ibunya meninggal karena gantung diri.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :