Mabuk, Tukang Parkir Tawuran

 
MALANG – Berawal dari mabuk-mabukan, sekelompok orang di Jalan Borobudur terlibat perkelahian, Jumat (10/11) malam. Tukang parkir di kawasan hiburan malam karaoke itu saling serang dengan senjata tajam dan sama-sama terluka. Karena keributan itu, polisi patroli yang tiba di lokasi, sampai harus meletuskan tembakan peringatan ke udara. Dari keterangan saksi mata yang dihimpun, perkelahian ini melibatkan sekitar enam orang.
“Jadi hanya ada satu orang, dikeroyok lima orang. Yang dikeroyok bawa sajam juga. Kejar-kejaran dari tempat karaoke itu sampai depan Bank Panin,” kata Ngadi 45 tahun, warga Jalan Simpang Borobudur kepada wartawan, paska kejadian.
Menurut Ngadi yang tiap hari jaga malam di sebuah bengkel di Jalan Borobudur, sebab perkelahian masih tidak jelas. Namun, dia mengenali Wawan, tukang parkir, pria yang dikeroyok oleh lima orang. Harusnya, menurut Ngadi, Wawan yang juga warga Muharto, sudah menyelesaikan jam jaga parkir di kawasan tersebut.
“Dia harusnya sudah pulang jam sembilan malam tadi. Eh ternyata ada rame-rame itu,” tandasnya.
Tak lama, setelah perkelahian berujung pengeroyokan itu berlangsung, polisi patroli tiba di lokasi. Situasi keributan ini tak bisa mereda walaupun ada polisi datang.
Sehingga, petugas Reskrim Polres Makota langsung meletuskan beberapa tembakan ke udara. Hasilnya, perkelahian itu langsung bubar dan seluruh pelaku mencoba melarikan diri.
“Saya gak tahu berapa yang dibawa polisi. Ada mobil Grandmax putih yang membawa orang yang terlibat perkelahian. Ada juga dua motor yang diangkuti polisi,” tambahnya. 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menegaskan, polisi mengamankan dua pelaku terduga perkelahian. Yakni, warga Kebalen Wetan Kedungkandang, inisial IR 46 tahun, dan inisial JH 46 tahun warga Sukun. 
“Dua-duanya tukang parkir di situ, mereka terlibat perkelahian, bacokan dan berujung pengeroyokan. Kurang lebih ada lima orang yang diduga terlibat keributan ini. Masih kita dalami,” tegas Ambuka kepada wartawan, di Polres Makota.
Satreskrim Polres Makota sedang menjalankan patroli rutin Jumat malam lalu. Ketika info adanya bacokan muncul di radio polisi, tim patroli yang dipimpin Ambuka langsung terjun ke lokasi.
Benar saja, Ambuka menyebut keributan ini membuat situasi di jalanan tersebut memanas dan mengganggu arus lalu lintas.
“Ada kekacauan seperti ini, kami langsung lakukan tindakan, kami tembakkan peluru ke udara sebagai peringatan. Lalu, keributan ini mereda dan para pelaku melarikan diri. Kami tangkap dua orang terduga pelaku yang terlibat perkelahian, karena keduanya memiliki luka di tubuhnya,” tegas Ambuka.
IR mengalami luka bacok di lengan kanan. Sementara, kuping kanan JH hampir terlepas dari kepalanya. Mereka berdua dilarikan ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan. Polisi yang berada di lokasi, mengamankan tiga pecahan botol miras, beserta bukti sajam, dua bilah pisau dapur.
Setelah keduanya diamankan dan dimintai keterangan, pelaku mengaku baru selesai minum minuman keras dengan banyak orang di lokasi parkiran. Setelah minum bersama, kelompok orang itu merasa lapar dan ingin membeli makanan di warung yang tak jauh dari lokasi.
Tapi, saat berjalan, JH melihat ada mobil, diduga dikendarai wanita, yang akan masuk ke lahan parkir. Dengan niat iseng, JH dan kelompoknya, menghalang-halangi mobil itu masuk tapi ditegur oleh IR.
Tidak terima ditegur, JH terlibat adu mulut dengan IR sebelum akhirnya berujung perkelahian dengan sajam. JH dibela oleh empat temannya, sehingga perkelahian ini berubah menjadi pengeroyokan.
“Keduanya kami tetapkan sebagai tersangka. IR kami jerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, sementara JH dipidana dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama-sama. Selain itu, kami terapkan pula UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan sajam,” tambahnya. 
Ambuka tengah mengembangkan keterangan dari dua tersangka, untuk menangkap sisa pelaku yang terlibat dalam keributan.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :