Satlantas Raih Prestasi Nasional

 
MALANG – Satlantas Polres Makota mencetak prestasi dalam bidang pelayanan SIM dan penanganan kecelakaan lalu lintas. AKP Ady Nugroho, Kasatlantas Polres Makota, menerima penghargaan juara pertama layanan SIM, dan juara tiga penanganan laka di Mercure Ancol. Penghargaan diberikan oleh Korlantas Polri dan Jasa Raharja.
Ady menyebut bahwa layanan Satpas SIM Polres Makota menang karena kerja keras serta pelayanan prima semua anggota kepolisian.
“Prestasi yang membanggakan. Ini adalah buah usaha dan kerja keras anggota polisi yang setiap hari rutin bertugas mengayomi masyarakat,” kata Ady kepada Malang Post.
Pelayanan SIM Polres Makota di Satpas Jalan Dr Wahidin memang menjadi program andalan Satlantas Polres Makota untuk mendapat penilaian positif dari tim penilai. Pelayanan prima dengan petugas seperti Aiptu Eko Syamsi, polisi penguji sim yang kocak dan jenaka, memberi nilai tambah bagi Satlantas Polres Makota.
Menurut Ady, penghargaan ini memberi semangat dan motivasi bagi seluruh anggota kepolisian di Makota untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.
“Kita harus bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi. Ini adalah pengingat agar kita semakin prima dalam melayani dan mengayomi masyarakat,” tandasnya.
Kanit Laka Polres Makota, Iptu Budi Junaedi menegaskan, penghargaan yang didapat dari pendataan on the spot pelaporan laka lantas, sudah bekerjasama dengan Jasa Raharja. Menurut Junaedi, tiap laporan kecelakaan yang masuk akan langsung termonitor secara langsung oleh Jasa Raharja dan Korlantas Polri.
“Model pendataan ini memberi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan akurasi database situasi lalu lintas Kota Malang. Pada saat yang bersamaan, kita juga tersambung dengan Korlantas dan Jasa Raharja, sehingga data laka sudah bisa dipantau dengan cepat,” tambah Junaedi.
Dia menegaskan, klaim korban kecelakaan yang dilayani oleh Jasa Raharja, memakai laporan dari Unit Laka Polres Makota. Sehingga, kecelakaan yang dilaporkan ke Jasa Raharja, bukan kecelakaan abal-abal.
“Dengan demikian, ada transparansi pelayanan, pendataan korban bisa diakses pusat. Perhitungan ganti rugi korban juga langsung terpantau,” tutupnya.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :