Dua Mahasiswi UB Tertimbun Longsor


MALANG - Plengsengan kavling setinggi tiga meter di Joyogrand Inside Lowokwaru ambrol .  Nahas, bongkahan longsor itu menimpa tembok rumah tipe 36 nomor 14 di bawahnya. Reruntuhan batu kali menimbun Dinna Oktaviani 20 tahun warga Kedungwuni Pekalongan yang tidur di kamar belakang rumah tersebut. Sempat dilarikan ke RSI Unisma oleh tim SAR, nyawa mahasiswi jurusan psikologi angkatan 2015 FISIP UB itu tak tertolong.
Jenazahnya dievakuasi ke KM RSSA Malang untuk menjalani visum. Ketika peristiwa berlangsung, alumnus SMAN 3 Pekalongan ini sedang berada di dalam kamar bersama Pauline Sidabalok 20 tahun, wanita kelahiran Papua warga Perum Indosat Kabupaten Bogor pemilik rumah, sekaligus mahasiswi Sastra Perancis angkatan 2015 FIB UB. Mulai pukul 15.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sekitar pukul 16.15 WIB, kejadian tragis itu diawali sambaran petir.
"Saat itu hujan deras, bahkan petir menyambar. Lalu saya dengar ada suara gemuruh keras dan teriakan minta tolong perempuan," kata Iwan Santoso, tetangga rumah kepada wartawan.
Ketika masyarakat sekitar datang, bagian belakang rumah nomor 14 ini sudah roboh. Pauline sudah berteriak minta tolong karena ada temannya yang terkubur di bawah reruntuhan.
"Kami lihat tembok rumah berserakan terdorong plengsengan ambrol, memang hujannya sudah deras ashar," kata Pratikwo, tetangga sebelah rumah nahas.
Masyarakat meminta tolong kepada tim SAR dan Polsek Lowokwaru yang tiba di lokasi 15 menit kemudian. Dalam evakuasi, petugas harus mengeluarkan Dinna dari timbunan batu. Agus Demit, relawan yang mengevakuasi kedua korban, menyebut Dinna ditemukan dalam kondisi tertelungkup dengan luka parah di bagian punggungnya.
"Saat dikeluarkan dari reruntuhan, punggung korban terluka. Sementara temannya (Pauline) luka ringan di bagian kaki. Keduanya kami bawa ke RSI Unisma Dinoyo karena lokasinya paling dekat dari tempat kejadian," tandas Demit.
Setibanya di RSI Unisma, tim dokter UGD berupaya menyelamatkan nyawa Dinna yang sudah sekarat. Namun malang tak dapat ditolak. Dinna menghembuskan napas terakhirnya pukul 17.20 WIB.
Petugas yang mengevakuasi Dinna melarikan jenazahnya ke KM RSSA Malang. Sedangkan, petugas polisi bersama Inafis Polres Makota tinggal di lokasi untuk melakukan olah TKP. Pauline masih terpukul dan menerima perawatan intensif di RSI Unisma. Sementara, rekan-rekan Dinna dari FISIP UB berdatangan ke KM RSSA Malang.
Dari informasi yang dihimpun, selain Dinna, sebenarnya ada lagi dua orang sesama mahasiswi yang tinggal di kontrakan tersebut. Dua mahasiswi tersebut selamat karena tidak berada di dalam kamar Dinna ketika kejadian berlangsung. Yakni Amadea Laras mahasiswi Sastra Inggris FIB UB angkatan 2013 dan satu lagi rekan perempuannya. Wakil Dekan FISIP UB, Ahmad Muwafik Saleh membenarkan bahwa wanita yang tertimbun reruntuhan tembok dan meninggal adalah mahasiswi FISIP UB.
"Pihak kampus turut berduka cita atas meninggalnya Dinna Oktaviani, mahasiswi semester 5 angkatan 2015, jurusan Psikologi FISIP UB. Kami sudah menghubungi pihak keluarganya di Pekalongan," kata Muwafik kepada Malang Post malam tadi di KM RSSA Malang.
Dia juga meminta bantuan mahasiswa FISIP seangkatan dengan Dinna untuk mengatur pemberangkatan jenazah ke Pekalongan.
"Pihak perumahan mengaku kepada saya siap bertanggungjawab terhadap semua ganti rugi kerusakan, serta biaya untuk memberangkatkan korban ke rumahnya di Pekalongan," tambah Muwafik.
Sementara itu, Polres Makota masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian hingga malam tadi. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menyebut tim Inafis melakukan olah TKP bersama Polsek Lowokwaru.
"Penyelidikan masih dilakukan, dugaan sementara hujan merusak pondasi plengsengan dan menimpa tembok rumah di bawahnya," tutup Heni.(fin/ary)

Berita Lainnya :