Hakim Minta Damai, Apeng Sering Ingkar


 
MALANG - Suasana tegang sempat terjadi saat sidang lanjutan terdakwa Tony Hendrawan Tanjung alias Timotius Tonny alias Apeng, 62, warga Jalan Puri Palma, RT07 RW11, Kelurahan Pandanwangi,  Malang, Senin (13/11).Chandra Hermanto, kakak ipar dan korban penipuan penggelapan yang dilakukan Apeng, bersaksi di hadapan hakim PN Malang.
Beberapa kali, hakim PN Malang Rightmen MS Situmorang memintanya untuk memberikan keterangan jelas dari pertanyaan yang diberikannya. Hakim beberapa kali mengingatkan agar saksi pelapor untuk memberikan keterangan dengan tenang.
“Santai saja, ingat - ingat dulu dan berikan keterangan dengan sebenarnya,” pintanya. Wajah pengusaha hasil bumi di Batu ini, memang cukup tegang.
“Sertifikat tanah nomor 102 di Solo telah dijual oleh Apeng. Saya baru tahu soal ini di Polda Jatim,” kata Chandra menjawab pertanyaan hakim terkait akar permasalahan.
Setelah menjalani pemeriksaan, kedua pihak dipertemukan di meja hakim oleh Rightmen. Dia mendorong kedua belah pihak untuk berdamai dan meninggalkan perseteruan yang berlangsung bertahun-tahun.
Disinggung soal solusi damai dari hakim Rightmen, kuasa hukum terdakwa, Sumardhan menyebut pihaknya akan mempertimbangkannya. 
“Kita akan tunggu niat baik dari pak Chandra seperti apa. Saya pikir usulan hakim sangat bijaksana, dengan menghendaki kakak adik ini berdamai,” kata dia.
Menurutnya, perkara ini bisa diperdamaikan karena berkaitan dengan internal keluarga. Dia sepakat bahwa konflik ini tidak akan berdampak baik bagi keluarga Chandra maupun Apeng jika terus berlarut-larut. Dia menyebut situasi akan semakin tidak baik, bila kakak adik ini terus saling lapor.
“Tapi kita belum tahu, perdamaian seperti apa yang akan dibahas,” ungkapnya.
“Bagaimana konkrit solusinya. Kalau Apeng disuruh ikhlaskan Rp 11 miliar yang kita gugat, apakah Pak Chandra mau, dipenjara 21 hari di sel tahanan sebagai ganti klien saya yang pernah kelebihan masa tahanan,” jelasnya.
Pekan ini, pihaknya siap membicarakan perdamaian, bila ada itikad baik dari pihak pelapor. Meski demikian, jadwal dan agenda persidangan tetap berlanjut.
Minggu depan, jaksa Kejari Malang akan mengajukan saksi dari pelapor dengan agenda pemeriksaan oleh hakim. Menyikapi hal ini, MS Alhaidary SH,  kuasa hukum Candra menegaskan, perdamaian sudah pernah dilakukan. Namun berulangkali diingkari oleh Apeng.
“Saya kira, perdamaian sudah pernah dilakukan, namun malah diingkari. Jadi ya tergantung saksi pelapor sendiri," tuturnya. 
Komentar advokat yang pernah menjadi wartawan ini juga diamini oleh Candra. Ia menyatakan akan bermusyawarah dulu dengan keluarga besarnya terkait perdamaian yang diminta hakim.\Sidang akan dilanjutkan lagi, Senin (20/11) nanti dengan pemeriksaan saksi - saksi. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...