Ledakan Bondet Gemparkan Karangploso

 
BATU - Ledakan hebat yang terjadi tepat di depan rumah pengurus RW dan Wakil Ketua RT Rachmadi Anhari, 47 tahun, warga Perumahan Karangploso View L4 RT 1 RW 18, Dusun Babakan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, (13/11), sekitar pukul 03.45 menggegerkan warga.
Kendati bunyi ledakan terdengar begitu keras, hingga mencapai radius 1 kilometer, ternyata ledakan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan berarti ditempat kejadian perkara. 
"Saya baru datang pukul 01.00, terus tertidur pulas, saya tidak mendengar bunyi ledakan yang pertama, walau setelah ledakan alarm mobil saya berbunyi. Saya baru bangun setelah mendengar teriakan dan ketukan pintu tetangga saya," ujar Hari, panggilan akrab Anhari.
Wahyudin, 29 tahun, tetangga yang tinggal tepat di rumah Hari mengisahkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum Adzan Subuh. 
"Saya sedang tidur, kemudian terdengar ledakan yang sangat keras, tidak hanya terdengar sampai Yonkes (Markas Batalyon Kesehatan) tapi juga sampai GPA," ujar laki-laki asal NTB ini.
Ledakan ini membuatnya bangun, ia pun bergegas keluar rumah, di luar ternyata warga sudah berkerumun. Di tengah kegelapan terlihat jelas, asap putih tebal masih memenuhi depan rumah Anhari, sementara alarm mobil Hari berbunyi sedemikian kerasnya.
Hanya saja saat itu, warga kebingungan mencari tahu darimana sumber ledakan. Awalnya warga menduga ban atau mesin mobil Hari yang meledak, hingga mereka membangunkan Hari. 
Saat diperiksa mobil Toyota Avansa warna hitam ini tidak ditemukan kerusakan, malah moncong mobil menyembul di jalan karena car port terlalu pendek hingga pagar rumah tidak bisa tertutup. Saat itu keluarga Didin juga terbangun, malah dua anaknya menangis karena kaget.
"Karena kaget anak saya yang bungsu sampai menangis, saat itu saya yang sedang sholat malam mencoba menenangkannya sambil mengajaknya memeriksa apa yang terjadi di luar," ujar ibu dua anak ini.
Di luar warga sudah berkerumun, secara tidak sengaja, kakinya menyentuh sebuah bulatan mirip buah bengkuang. Hanya saja benda ini tidak keras, tapi lembut. Di ujung bulatan ini terdapat semacam selang infus yang akhirnya diketahuinya sebuah sumbu. 
Saat itu, anak Didin sempat menendang benda bulat, Didin pun sempat menekan-nekan benda bulat ini. Bahkan ia sempat membawa masuk ke dalam rumah, meski akhirnya ia membuang benda ini ke taman.
Andai Didin dan anaknya tahu kalau yang dipegangnya adalah bom bondet, hal itu tentu tidak akan dilakukannya. Hingga akhirnya sesudah salat Subuh, diam-diam Didin menduga benda yang ditemukan adalah sumber dari ledakan. 
"Saya pun mengambil kembali benda bulat itu didalam taman, kemudian menyerahkan ke bapak-bapak (warga-red)," ujar Didin.

Berita Lainnya :