Belasan Siswa SD Keracunan


MALANG – Belasan siswa SD Islam Riyatul Muthadin, Turen mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman ringan merek Koko Drink rasa leci yang dibeli di lingkungan sekolahnya Selasa (14/11). Ke 13 siswa yang masih duduk di bangku kelas IV itu sebelumnya sempat mengalami pusing dan mual.
Berutung pihak sekolah bertindak cepat membawa korban ke Puskesmas Turen untuk dilakukan pertolongan. Siang itu juga pihak sekolah langsung membawa 11 anak ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 11.00 WIB.  Sedangkan dua anak tidak dibawa ke puskesmas karena sudah sembuh.
Setelah 11 anak menjalani pemeriksaan dan diberikan pertolongan, saat ini mereka juga sudah pulang dijemput orang tuanya masing-masing.
Beruntung peristiwa keracunan akibat minuman gelas tersebut tidak ada siswa yang kondisinya parah. Bahkan sumuanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik hingga sore.
Dari data yang didapat 13 korban adalah Rizky Karisma, Bintan Hasyah Safi, Kaila Rafisyah, Haifa Rahman, Nurin Icha Harilahtul Nisa, Jasmin Kristiadi Islami, Chaila Safira, Vigo Zamhimo, Lilan Aljulain, Damial Radial, Haza Sahira, Dafa Nur dan M.Nazema.
Untuk proses penyelidikan lebih lanjut pihak Polsek Turen masih belum menyimpulkan tersangka. Namun telah mengirim barang bukti dua gelas minuman merek Koko Drink rasa leci untuk dilakukan pemeriksaan.
“Dari kejadian ini kita telah berkoordinasi dengan dokter dan Dinkes Kabupaten Malang untuk melakukan uji laboratorium dan menunggu hasilnya. Diketahui juga pada minuman gelas yang dijual tersebut masih berlaku juga masih aktif hingga 2018. Sehingga kita tidak bisa menyimpulkan begitu saja tersangkanya,” kata Kapolsek Turen Kompol Agus Guntoro.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr H Abdurachman M.Kes langsung mengamankan sampel minuman untuk dilakukan proses pemeriksaan di laboratorium.
‘’Kita sudah amankan sampel minuman yang dikonsumsi para korban. Untuk hasilnya setidaknya butuh waktu paling lama tiga hari kedepan,” kata laki-laki yang akrab disapa Gusdur ini.
Dari kejaidan itu, pihaknya juga akan segera melakukan penyuluhan terkait dengan minuman dan makanan yang sehat untuk dikonsumsi melalui program food savety di seluruh sekolah Kabupaten Malang.
“Alhamdulillah Dinkes punya sistem dan tim respon cepat terhadap terjadinya kasus luar biasa seperti keracunan makan dan minuman. Sehingga dapat segera dengan cepat, tepat dan akurat dalam menangani kejadian,” pungkasnya.(eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :