Kapala Sekolah Cabuli Siswa SD

 
MALANG - Seorang guru seharusnya menjadi panutan, bukannya malah bertindak tidak senonoh terhadap siswanya. Apalagi menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kasek). Kasus asusila ini, Selasa (14/11) lalu berhasil diungkap Satreskrim Polres Malang, dengan menangkap M Lukman Hakim, 52, warga, Desa Kebonagung, Pakisaji.
Lukman adalah Kasek di salah satu Sekolah Dasar (SD) swasta di wilayah Kecamatan Wagir. Ia ditangkap di sekolah, setelah ada laporan dari salah satu orangtua korban. Total ada enam siswi SD kelas V dan VI yang menjadi korban asusilanya.
"Selasa lalu, kami mendapat laporan dari Kepala Desa dan masyarakat, bahwa ada guru yang melakukan asusila. Setelah saksi-saksi kami periksa, tersangka langsung kami tangkap di sekolah," ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, kepada wartawan kemarin.
Dalam pemeriksaan saksi dan korban, diketahui bahwa tersangka melakukan asusila pada enam siswinya. Korban dicium dan diraba-raba di lingkungan sekolah. Selain di kamar mandi, juga di Musala dan tempat yang sepi.
Perbuatan cabul tidak dilakukan sekali saja, tetapi berulang kali. Satu korban bisa tiga sampai empat kali. Usai berbuat, tersangka mengancam korbannya untuk tidak menceritakan kepada siapapun.
"Tersangka mengancam tidak akan menaikkan kelas atau memberi nilai jelek pada korban, jika sampai melaporkan atau memberitahu kepada siapapun," ujar Yade.
Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 jo pasal 76E nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.
Sementara itu, perbuatan tersangka Lukman ini, terbongkar setelah dia melakukan perbuatan asusila kepada salah satu siswi pada Senin (13/11) lalu. Saat itu, korban dipanggil oleh tersangka di depan Musala sekolah. Kemudian oleh tersangka ditarik masuk, yang selanjutnya diciumi dan diraba.
Korban waktu itu sempat berteriak memanggil salah satu temannya. Namun oleh tersangka mulut korban dibungkam dan diancam untuk tidak bercerita kepada siapapun. Tetapi saksi teman korban yang sempat melihat, akhirnya memberitahu pada keluarga korban hingga perbuatan asusila itu terbongkar.
"Hanya empat korban saja tidak lebih. Saya hanya mencium saja, tidak lebih. Sama sekali tidak meraba tubuhnya," terang tersangka M Lukman Hakim.
Ia mengakui memang menciumi korban, saat di kamar mandi dan Musala. Tidak setiap hari, namun ketika mau pulang sekolah dan kondisi sekitar sekolah sudah sepi.
"Saya menciumi bukan karena birahi. Tetapi kasih sayang orangtua terhadap anak saja," elak tersangka yang sama sekali terlihat tidak ada penyesalan.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...