Api Lahap Gudang, Petugas Temukan Botol Miras

 
MALANG – Akibat lalapan api, gudang di Jalan Simpang Tenaga Utara, Blimbing mengalami rusak berat. Kebakaran meluluh-lantakkan gudang penyimpanan minuman itu. Korsleting listrik, diduga kuat sebagai penyebab utama peristiwa ini. UPT Damkar Pemkot Malang, harus menurunkan enam mobil pemadam untuk meredakan suhu panas di lokasi. Menurut keterangan saksi, api kali pertama muncul pada pukul 21.45 WIB ketika gudang penyimpanan minuman itu tutup. 
“Karyawan gudang itu yang melihat ada api muncul dari ruang kantor operasional. Kami menerima laporan dan tiba di lokasi 15 menit kemudian dengan enam mobil pemadam,” kata Kepala UPT Damkar Kota Malang, Jose Bello kepada wartawan, kemarin.
Saat petugas datang, api berkobar-kobar dan membakar hampir seluruh bagian gedung, baik luar maupun dalam ruangan. Petugas baru bisa meredam amarah si jago merah setelah dua jam melakukan perlawanan dengan semprotan air. Proses pendinginan pun dilakukan hingga pukul 01.00 WIB Kamis dini hari kemarin.
Namun, belum sempat beristirahat, petugas Damkar Kota Malang harus kembali ke lokasi pukul 03.30 WIB karena ada kemunculan titik api dari dalam gudang bekas kebakaran. Tiga mobil pemadam meluncur dari kantor UPT Damkar Jalan Bingkil. Api benar-benar berhenti mengamuk sekitar pukul 05.00 WIB.
“Kami baru bisa pastikan api berhenti pukul 05.00 WIB. Hujan sendiri sepertinya tidak terlalu membantu bila titik apinya ada di dalam gedung dan tertutupi atap. Dugaan sementara ada korsleting di ruang operasional gedung,” tambahnya. 
Sebagai bagian dari Satpol PP Kota Malang, UPT Damkar juga mendeteksi adanya dugaan pelanggaran perda Kota Malang.
“Gedung yang izinnya untuk menyimpan bahan spare part kendaraan bermotor, ternyata dipakai untuk menyimpan minuman. Mulai dari jamu, madu serta minuman beralkohol. Setahu saya, minuman-minuman itu sendiri juga belum memiliki izin disimpan di gudang tersebut,” tambah Bello.
Dari laporan anggota Satpol PP di lapangan, ada beberapa botol berlabel yang terlihat tersimpan di gudang yang disebut-sebut milik pria bernama Edi Waluyo ini. Misalnya madu Cawan Mas, anggur ginseng Intisari, beras kencur, vodka Asoka berkadar 19,7 persen alkohol serta minuman lain. Dugaan bahwa api membesar karena tersulut cairan beralkohol di dalam gudang itu, juga menguat.
Kerugian akibat kebakaran ini, diestimasi mencapai Rp 500 juta. Terkait adanya pelanggaran perda Kota Malang terkait izin fungsi gudang, Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi masih akan melakukan pengecekan.
“Masih belum saya cek, soalnya saya sedang di luar kota. Nanti saya cek laporan dari anggota,” kata Priyadi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyebut pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi, apabila ada dugaan penyalahgunaan izin gudang.
“Kalau tidak sesuai peruntukan, kita akan mintai keterangna. Fungsi harus sesuai izin. Kalau ada kejadian begini kan jadi masalah. Kita akan segera datangi ke lokasi,” tandas Wahyu.
Perda Kota Malang nomor 5 tahun 2006 tentang pengawasan, pengendalian dan pelarangan penjualan minuman beralkohol, menyebut pengusaha harus memiliki SIUP MB bila ingin menyimpan dan mendistribusikan miras. Jenis izin minol di Kota Malang, terbagi menjadi tipe A, B dan C.
Dengan barang bukti vodka Asoka berkadar 19,7 persen alkohol, pengusaha pemilik gudang ini, harus mengantongi SIUP MB tipe B, dengan batas atas kadar etanol 20 persen. Kapolsek Blimbing, Kompol Slamet Riadi menyebut petugas yang melakukan olah TKP di lapangan, memang menemukan botol-botol di lokasi kebakaran.
“Kita temukan botol-botol. Itu gudang penyimpanan botol. Soal penyebab kebakaran, dugaan sementara adalah korsleting listrik. Masih diselidiki lebih lanjut,” tutupnya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :