Mobil Cabut Nyawa Gadis Bumiayu


 
MALANG - Nahas menimpa Dwi Anggraini, 22, warga Perum Bumiayu F7 RT07 RW02, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang, Malang. Jumat (17/11) sore, tepatnya pukul 17.30, tubuhnya ditabrak mobil di Jalan Kolonel Sugiono Malang.
Gadis manis yang bekerja di agen property Inmax Premiere, Jalan Galunggung Malang ini, mengembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Ia mengalami luka cukup parah di dada, bahu dan kepalanya.
Hingga berita ini dimuat, anggota unit Laka Lantas Polres Malang Kota (Makota) masih melakukan olah TKP dan penyelidikan karena minimnya saksi yang mengetahui persis peristiwa tabrakan tersebut. Kanit Laka Lantas Polres Makota, Iptu Budi Junaedi mengaku anggotanya masih mengumpulkan keterangan di TKP. 
“Belum bisa disimpulkan siapa saja yang menabraknya karena masih mencari saksi-saksi,” katanya singkat. 
Namun informasi yang didapat Malang Post, korban yang menyebrang ke arah SPBU Ciptomulyo itu, kali pertama ditabrak mobil Toyota Avanza warna putih yang melaju dari arah Selatan. Saking kerasnya, ia terjatuh.
Nahas baginya. Tubuhnya yang tergeletak di aspal, ganti ditabrak mobil Isuzu Panther yang melaju dari arah Utara.
“Tidak ada yang mengetahui persis kejadiannya karena hujan,” kata Samsuri, 53, salah satu pedagang di sekitar TKP. 
Warga sekitar pun mengaku hal yang sama. Mereka hanya mendengar suara rem mobil dan tabrakan cukup keras.
“Tiba-tiba saja sudah banyak orang yang berlarian ke jalan dan meminggirkan korban,” tambah Susan, warga lainnya.
“Katanya orang-orang, ada dua mobil yang menabrak,” kata dia.
Menurut warga lainnya, mobil Toyota Avanza yang tidak diketahui plat nomor mobilnya ini memilih kabur meninggalkan anak kedua pasangan Mais dan Wulan ini, ke arah Utara dengan kecepatan tinggi. 
Sementara, pengemudi mobil Isuzu Panther memilih berhenti. Melihat Dwi Anggraini masih bernafas, beberapa orang meminta bantuan polisi dan relawan SAR untuk memanggil ambulance. Sempat terjadi ketegangan ketika mobil ambulance PSC 119 Kota Malang datang melakukan evakuasi.
Salah satu pengurus relawan komunikasi lain di Kota Malang, mendadak menarik kunci kontak mobil PSC 119 dengan alasan pihaknya menunggu mobil ambulance dari PMI Kota Malang yang juga berangkat ke lokasi kecelakaan.
Sementara itu, Mais, ayah kandung korban mengaku tidak percaya dengan kejadian yang merenggut nyawa anaknya. Bahkan ia sempat pingsan saat melihat tubuh anaknya sudah terbujur kaku di jalan. 
“Ayahnya memang menunggu korban. Posisinya tidak jauh dari SPBU Ciptomulyo. Saat melihat ada orang-orang berkerumun, ia ikut datang. Dia kaget karena ternyata anaknya yang jadi korban kecelakaan,” ungkap Andik Agus Mardiko, anggota relawan PSC 119.
Untuk memastikan bahwa korban masih bisa ditolong, Dwi Anggraini dilarikan ke UGD RS Panti Nirmala Malang. Setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :