Ditinggal Istri Kerja, Suami Tak Bernyawa


 
MALANG - Masyarakat sekitar Jalan Intan Perum Griya Permata Alam (GPA), Desa Ngijo, Karangploso, Sabtu (18/11) siang gempar dengan penemuan mayat Ahmad Saiku, 57, yang sudah membusuk. Korban yang berdomisi di Jalan Wendit Barat, Desa Mangliawan, Pakis ini, ditemukan tak bernyawa di dalam rumah. Dugannya, meninggalnya karena penyakit yang dialaminya.
“Korban meninggal dunia karena sakit. Keluarga juga menyatakan kalau selama ini, korban menderita sakit syaraf dan jantung,” jelas Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.
Selama ini, kata dia, korban tinggal bersama dengan Istiana, 50, istrinya. Namun setiap harinya, istrinya lebih banyak berada di Surabaya untuk bekerja. Tetapi setiap seminggu sekali, istrinya selalu pulang.
Kemarin, sekitar pukul 13.00, Istianah pulang. Ketika pulang, rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Beberapa kali dipanggil, sama sekali tidak ada sahutan. Istianah curiga terjadi sesuatu pada suaminya, karena dari dalam rumah tercium bau menyengat.
Lantaran takut ada apa-apa, Istianah lantas memberitahu Sugiono, Kepala Dusun setempat. Keduanya lalu mendatangi lokasi dan memang mencium bau tak sedap. Akhirnya Sugiono memberitahu perangkat desa lainnya dan melapor ke petugas Polsek Karangploso.
Tak lama kemudian polisi datang. Selanjutnya atas seizin istrinya dan perangkat desa, mendobrak pintu rumah. Saat itulah diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia dengan posisi tidur miring dan tubuh tertutup selimut. Kondisinya juga sudah membusuk.
Setelah dievakuasi dan atas kesepakatan keluarga, jenazah korban lantas dibawa ke domisi asalnya di Desa Mangliawan, Pakis untuk dimakamkan.
"Keluarga juga menolak dilakukan otopsi, dengan alasan menerima kematiannya sebagai musibah," ungkap mantan Kapolsek Karangploso ini. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :