Asyik Nyabu, Mahasiswa Dicokok


 
MALANG - Satreskoba Polres Malang Kota (Makota) tidak ada hentinya memberantas jaringan narkoba di Kota Malang. Termasuk jaringan SS yang berada di lingkup mahasiswa. Kamis (16/11), satu orang diamankan dan diperiksa intensif. Yakni Miftahul Fauzi, 21.
Mahasiswa salah satu PTN di Kota Malang ini ditangkap ketika asyik menikmati SS di rumah kontrakannya, Perum Bukit Cemara Tujuh (BCT) Tlogomas. Dia tidak bisa berkelit ketika beberapa petugas mendatangi kamar yang dihuninya.
“Kami kaget ketika ada beberapa orang berpakaian preman datang ke rumah kontrakan dan masuk ke kamar Fauzi,” ungkap salah seorang temannya kepada Malang Post. Ketika itu, Fauzi sedang asyik memegang bong alias alat isap SS.
Setelah digeledah dan ditemukan beberapa barang bukti terkait narkoba yang digunakannya, polisi membawanya ke Mapolres Makota. Warga Jalan Kali Lahar, Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Blitar ini hanya pasrah dan tertunduk ketika masuk mobil. 
Polisi mengaku melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka, setelah mendapat keluhan masyarakat. Hal ini dibenarkan Kasatreskoba Polres Makota, AKP Imam Mustaji.
“Unit opsnal menangkap setelah barang buktinya ada di tangan tersangka,” katanya. 
Mantan KBO Satreskrim Polres Makota itu menerangkan, Fauzi, panggilan tersangka menguasai satu bungkus plastik klip berisi SS seberat 0,6 gram. Zat haram ini menjadi barang bukti utama yang menjerat pelaku kelahiran 11 November 1996 itu. 
Selain satu klip SS, polisi juga menyita barang bukti lain. Seperti satu buah pipet kaca dengan sisa narkotika SS, satu buah bong atau alat isap, satu buah bungkus rokok Surya, satu jaket warna hitam, satu smartphone Xiaomi silver serta satu buah iPhone hitam. 
Dari hasil penyidikan sementara, pelaku mendapat suplai SS dari DPO yang kini masih menjadi buruan petugas.
“Masih kita kembangkan perkaranya hingga jaringan suplai narkobanya,” ungkap dedengkot reserse tersebut.
Pelaku kini harus bersiap menghadapi jeratan hukum. Penyidik menjeratnya dengan Pasal 112 (1) jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...