Rumah Hancur, Kulkas pun Terbawa Arus Sungai Brantas


MALANG – Bencana kembali terjadi di Kota Malang. Petang hari, rumah milik Djumadi, 55 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Gg IIe Kota Malang terbawa arus sungai Brantas yang meluap. Tidak hanya bangunan yang hancur, barang-barang berharga di rumah tersebut juga habis, di antarannya kulkas, kompor, piring, peralatan masak dan lainnya.
”Peralatan masak untuk usaha keripik tempe juga hanyut terbawa arus sungai Brantas,’’ kata Djumadi.
Ditemui Malang Post, Djumadi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.15. Saat itu dia sedang berada di ruang depan, dan merasakan lantai rumahnya retak. ”Saya langsung berteriak, dan memanggil anak serta istri yang ada di dalam,’’ katanya.
Teriakan Djumadi direspon Sumayani serta dua anaknya Rizki dan Imas.  Dengan cepat mereka mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan. ”Baru lemari pakaian saja yang bisa dikeluarkan, kemudian rumah kami ambrol,’’ kata Djumadi.
Dia mengungkapkan, sejak musim penghujan, dia sebenarnya merasa was-was. Terlebih saat debit air sungai Brantas terus naik. ”Ya khawatir, tapi saya juga membenahi bagian bawah, dikasih besi-besi agar kuat. Tadi  saya juga mengerjakan pembenahan saat hujan berhenti. Tapi ternyata, rumah malah ambrol,’’ tambah Djumadi.
Kondisi rumahnya yang rusak parah dan porak-poranda itu membuat Djumadi dan keluarganya terpaksa mengungsi. Dia memilih tinggal di rumah tetangganya yang lebih aman. ”Sementara tinggal di rumah bu Suli. Nggak tahu sampai kapan,’’ ucapnya.
Djumadi mengaku rumah itu dibangun sejak tiga tahun silam. Sebelumnya dia tinggal di depannya. Ditanya kerugian, Djumadi mengaku tidak tahu. Tapi melihat dari kerusakan serta barang-barang yang hilang serta hancur, dia memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 75 juta.
Ambrolnya rumah Djumadi pun direspon oleh anggota BPDD Kota Malang. Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang langsung mendatangi lokasi. Melihat kondisi yang porak-poranda, dan bagian depan rumah yang retak, petugas pun memilih memasang garis kuning di sekitar rumah.
”Sementara kami menangani kedaruratannya dulu. Terutama kepada korban, sementara dicarikan tempat tinggal,’’ kata Kepala BPBD Kota Malang J Hartono. Tidak hanya meninjau rumah Djumadi. Bersama Wakil Wali Kota Malang H Sutiaji yang  langsung ke lokasi, mereka juga melihat area DAS Brantas. Hartono pun mengimbau kepada warga yang memiliki tempat tinggal berbatasan dengan DAS Brantas agar berhati-hati dan terus waspada. Apalagi air sungai Brantas debitnya terus naik.
Sementara itu Sutiaji mengaku tahu ada rumah warga yang ambrol dari Ketua RW setempat. ”Saya tadi ada kegiatan di Matos, ditelepon  langsung ke sini,’’ katanya.
Orang nomor dua di Pemkot Malang ini juga langsung menelpon BPBD Kota Malang. Dia mengatakan, permukiman yang ada di DAS Brantas sangat rawan. ”Kami minta BPBD untuk siaga dalam hal ini. Jangan sampai ada korban jiwa,’’ ucapnya.
Seiring dengan naiknya debit air Sungai Brantas, dia juga menyarankan BPBD Kota Malang untuk memasang bronjong, agar air tidak mengikis pondasi rumah warga.

Berita Lainnya :

loading...