magista scarpe da calcio Saksi Ditanya Soal Akta Lahan Solo


Saksi Ditanya Soal Akta Lahan Solo

 
MALANG – Sidang lanjutan dugaan penipuan penggelapan oleh Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng 53 tahun, menghadirkan saksi Heti Sumiarti SE, 39 tahun. Heti adalah staf akuntan dari Chandra Hermanto, pelapor kasus Apeng. Di hadapan hakim PN Malang Rightment MS Situmorang, Heti dicecar sejumlah pertanyaan.
Terutama, terkait asal muasal tentang akta jual beli lahan di Solo yang menjadi pokok perkara dugaan penipuan penggelapan oleh Apeng. Hakim mempertanyakan perubahan tiga akta jual beli lahan Solo. Namun, Heti mengaku hanya mengetahui soal akta notaris Sunarto SH warga Jalan Prof Dr Supomo 20 A Surakarta.
Akhirnya, hakim Rightmen memutuskan untuk memanggil empat saksi lagi dalam agenda pemeriksaan berikutnya. Selain Heti yang diminta membawa akta notaris Sunarto SH, hakim juga mempersiapkan panggilan untuk Chandra Hermanto dan istrinya Dewi yang juga kakak kandung Apeng, serta satu lagi saksi bernama Apan.
“Sidang ditunda hingga Senin 27 November 2017 dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Rightmen lalu mengetuk palu.Sementara itu, kuasa hukum Apeng, Sumardhan SH menyebut pemeriksaan terhadap kliennya, memakai Berita Acara Palsu. Pasalnya, Heti yang tercantum sebagai saksi, mengaku hanya pernah sekali diperiksa di Polda Jatim pada tahun 2009. Sedangkan, BAP yang digunakan oleh JPU untuk menjerat Apeng, adalah berkas tahun 2016. 
“Sehingga, Heti tidak pernah menjalani pemeriksaan. Dia hanya diperiksa tahun 2009 dan saat itu sore hari. Sedangkan, BAP tahun 2016 ini, dia diperiksa jam 11 siang. Padahal, dia mengaku hanya pernah sekali diperiksa Polda tahun 2009,” ungkap Mardhan kepada wartawan.
Pengacara kantor advokat Edane Law Malang itu menambahkan, BAP yang digunakan untuk menjerat kliennya seharusnya tidak sah karena adanya kesaksian atau keterangan palsu. Dia mengaku akan memakai hak hukum kliennya untuk mempersoalkan hal ini. Terkait permintaan damai oleh hakim, Mardhan menyebut pihaknya tidak menerima itikad baik dari pihak Chandra sampai saat ini.
“Belum ada itikad baik. Kita tetap melanjutkan prosesi persidangan, dengan agenda minggu depan pemeriksaan saksi. Ada Chandra Hermanto dan istri, serta dua pegawai pak Chandra,” tutup Mardhan.(fin/jon)

Berita Lainnya :