magista scarpe da calcio Dua Bulan Bebas, Curi Motor Motor Lagi


Dua Bulan Bebas, Curi Motor Motor Lagi

 
MALANG - Mendekam dalam penjara karena kasus curanmor, ternyata tidak membuat dua pemuda ini kapok. Faktanya, setelah bebas sejak dua bulan lalu, mereka kembali beraksi. Selama dua bulan itu keduanya sudah lima kali mencuri motor. Namun begitu ulahnya tercium polisi, sejak akhir pekan lalu mereka kembali mendekam dalam terali besi.  Keduanya adalah Muhammad Ibnu, 23 tahun, warga Jalam Majapahit, Desa Jenggolo, Kepanjen. Dan Deni Panji Wijaya, 28 tahun, warga Jalan Pasuruhan, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka adalah sepeda motor Suzuki Satria, milik Gerry Dan Persada Sas Soleh, warga Kecamatan Muara Badak, Kutai Kertanegara, yang hilang dicuri pada 25 Oktober lalu. Barang bukti tersebut, ditemukan dalam rumah tersangka Deni Panji.
"Mereka ini kami tangkap secara terpisah. Saat ini kasusnya masih terus kami kembangkan, karena dugaan ada pelaku lain," jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Penangkapan kedua tersangka itu, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Buser Polres Malang. Pada 25 Oktober lalu, petugas mendapat laporan pencurian motor Suzuki Satria FU di Perum Muara Sarana Indah, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Motor milkk Gerry, dicuri ketika diparkir di teras depan kos.
Modusnya, kedua tersangka merusak gembok pagar. Selanjutnya menggunakan kunci T merusak kunci kontak dan membawa kabur motor Suzuki Satria. Korban yang mengetahui motornya hilang, lantas melaporkan ke polisi.
Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menyelidiki. Hasilnya akhir pekan lalu, kedua tersangka berhasil dibekuk. Pertama yang ditangkap adalah Muhammad Ibnu di Jalan Pelita Kepanjen. Kemudian mengembang ke tersangka Deni Panji Wijaya, saat bersembunyi di rumah temannya di Kecamatan Pagelaran.
"Mereka ini merupakan residivis kasus curanmor. Dua bulan lalu, keduanya baru saja bebas dari penjara," tegas Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah.
Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku sudah lima kali mencuri motor dalam dua bulan. Dua kali di wilayah Kota Batu, dua kali di wilayah Kecamatan Dau serta sekali di Kota Malang.
"Motor hasil curian kami jual secara online. Rata-rata kami jual seharga Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta. Uangnya kami bagi berdua dan habis untuk membayar hutang," tutur tersangka Deni Panji, yang diamini oleh Muhammad Ibnu.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top