Kelebihan Muatan, Truk Mundur Lindas Ibu-Ibu


MALANG – Akibat kelebihan muatan, truk nopol BG 8721 UN gagal menaiki tanjakan tapal batas Wagir-Bakalan Krajan, pukul 10.30 WIB. Nahas, truk yang dikendarai Mulyono 54 tahun warga Sukowilangun RT 17 RW 04 Kalipare melindas warga hingga meninggal. Secara beruntun, truk pengangkut batu juga menabrak tiga kendaraan di belakangnya.
Tubuh Suwartiningsih 64 tahun, warga RT 05 RW 01 Wagir Kabupaten Malang, digiling ban truk dan langsung meninggal di lokasi Jalan Pelabuhan Tanjungmas, Bakalan Krajan. Yudi Arianto 44 tahun, saksi mata menceritakan kronologi kejadian nahas itu. “Awalnya truk ini jalan dari selatan ke utara. Truk mau naik tanjakan, tapi di tengah-tengah tidak kuat. Ban sudah keluar asap,” kata Yudi kepada wartawan saat diwawancarai .
Yudi mengendarai Grandmax N 9489 DK, berada tepat di belakang truk warna putih bermuatan bebatuan dan kerikil tersebut. Dia melihat truk itu mundur dan menabrak bagian depan mobilnya. Karena tak bisa menahan beban truk, mobil yang dikendarai Yudi ikut terdorong. Kedua kendaraan mundur ini bergerak ke sisi kanan jalan.
Tapi, pria asal Jalan KH Ahmad Dahlan 1/466 Kota Malang itu terkaget, saat mendengar ada suara teriakan di bagian belakang mobilnya. “Saya hanya mendengar suara wanita yang teriak, pak pak pak pak, berhenti pak. Saya lihat ada ibu-ibu,” kata Yudi. Suwartiningsih, yang mengendarai Honda Revo B 6062 EY terjatuh ke jalan karena kehilangan kendali saat terkena mobil mundur.
Mobil Grandmax milik Yudi, berhasil menghindari Suwartiningsih. Sayangnya, tidak demikian dengan truk yang gagal dikendalikan Mulyono. Suwartiningsih yang terjatuh, dan berteriak-teriak dalam kaki terjepit truk. Dump truck terus bergerak ke belakang dan melindasnya di bagian perut. Suwartiningsih meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, Grandmax Yudi, yang awalnya mengarah ke utara, berbalik arah ke selatan. Setelah menggilas warga, truk masih terus mundur dan akhirnya menabrak bagian belakang mobil Grandmax. Truk mendorong Grandmax hingga menabrak Toyota Rush N 1140 DI yang terparkir tanpa pengendara di pinggir kanan jalan.
Mobil Rush milik Mulyani 38 tahun, warga Sidorahayu RT 1 RW 1 Wagir, ikut terdorong hingga menabrak pagar toko bangunan dan menghentikan tabrakan beruntun. Petugas Unit Laka Satlantas Polres Makota tiba di lokasi setelah menerima laporan kejadian. Polisi mengutamakan evakuasi jenazah Suwartiningsih paska olah TKP.
Petugas juga meminta keterangan para saksi, serta mengamankan empat kendaraan di Unit Laka sebagai barang bukti. Kanit Laka Satlantas Polres Makota, Iptu Budi Yunaedi mengungkap adanya human error yang dilakukan pengemudi truk muatan batu. Bak truk tidak boleh mengangkut lebih dari 5 meter kubik batu.
“Dari hasil penyelidikan, truk ini kelebihan muatan. Kapasitasnya hanya 5 meter kubik, tapi memuat 7 meter kubik batu. Kami memastikan pengemudi truk menjadi tersangka,” kata Yunaedi kepada Malang Post, ditemui di kantor Unit Laka Satlantas Polres Makota, Jalan Dr Cipto, malam.
Mulyono dijerat dengan pasal 310 ayat 4 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Menurut mantan Baur BPKB Satlantas Polres Pasuruan Kota itu, Mulyono terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut.
Saat penyidikan, Mulyono mengaku kepada petugas bahwa mesin truk yang dikendarainya, mengalami masalah di tengah tanjakan. Anggota Unit Laka Satlantas Polres Makota, Aiptu Teddy M, saat mendampingi Yunaedi, mengatakan Mulyono sudah sering melewati jalur tersebut.
“Kepada petugas, dia mengaku sudah pakai gigi 1 untuk menaiki tanjakan. Tapi, di tengah tanjakan, mesinnya berbunyi dan mengalami gangguan. Akibatnya, truk tidak bisa menaiki jalur itu,” kata Teddy. Mulyono juga mengaku sudah menarik hand brake untuk menghentikan truknya agar tidak mundur. Tapi, karena kelebihan muatan, truk tersebut tetap meluncur ke belakang dan menghilangkan satu nyawa.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...