Balita Afan Tenggelam di Sungai


MALANG - Peristiwa yang terjadi di Jalan Sidodadi, Desa Panggungrejo, Kepanjen,  bisa menjadi pelajaran bagi orangtua. Jangan meninggalkan anak (balita) tanpa pengawasan. Terlebih yang memiliki rumah dekat dengan sungai.
Afan Fadilah, balita berusia 2,5 tahun, meregang nyawa setelah jatuh dan tenggelam ke sungai dekat rumahnya. Tubuhnya ditemukan jarak sekitar 200 meter dari lokasinya tenggelam. Tepatnya di aliran sungai Jalan Salak, Desa Sidodadi, Panggungrejo, Kepanjen.
"Ketika ditemukan sempat dibawa ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen, karena terlihat masih ada tanda-tanda kehidupan. Namun dalam perjalanan ternyata korban sudah tidak bernyawa," ungkap Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi.
Diperoleh keterangan, selama ini korban tinggal bersama dengan neneknya. Ibunya bekerja merantau ke luar negeri. Sedangkan ayahnya sudah bekerja sebagai sopir. Selama bersama neneknya, korban juga dirawat Artiah Tatik, 41, warga Desa Panggungrejo, karena neneknya dalam kondisi tidak bisa melihat.
Pagi kemarin sebelum diketahui jatuh tenggelam di sungai, korban baru saja dimandikan. Bahkan korban juga baru saja disuapi. Setelah makan, korban bermain di depan rumah. Selanjutnya oleh Artiah, ditinggal masuk untuk mengambilkan makanan nenek korban.
Ketika ditinggal itulah, kemungkinan korban berjalan menuju aliran sungai. Dia tidak mengerti kalau jiwanya terancam saat bermain dekat sungai. Dugaannya kakinya terpeleset hingga membuatnya jatuh dan terbawa arus sungai.
"Saat kejadian tadi memang sepi. Sama sekali tidak ada yang mengetahui. Padahal biasanya banyak orang yang lewat," ucap seorang warga. Sekitar 10 menit setelah memberi makan nenek korban, Artiah keluar rumah. Ia tidak mendapati Afan di depan rumah.
Beberapa kali dipanggil sama sekali tidak ada jawaban. Saksi akhirnya memberitahu tetangga sekitar. Kemudian mencoba dicari bersama-sama dan ditemukan bekas ada yang terpeleset di sungai. Saat itulah akhirnya dicurigai kalau korban jatuh ke sungai.
Warga kemudian berusaha mencari tubuh korban dengan menyisir sungai. Sebetulnya aliran sungai tidak dalam, hanya sedalam lutut orang dewasa. Namun aliran airnya cukup deras dan sangat keruh.
Setelah beberapa menit kemudian, tubuhnya ditemukan jarak 200 meter tersangkut disemak-semak. Afan sempat muntah ketika diberikan pertolongngan. Dia pun dilarikan ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Namun dalam perjalanan nyawanya tak tertolong. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :