Waspada! Predator Anak Berkeliaran , Incar Anak-anak di Kampung Celaket


MALANG - Resah dan gelisah terhadap keselamatan anak. Inilah perasaan yang saat ini dialami oleh warga Kampung Celaket beberapa bulan belakangan ini. Pasalnya, pemuda “predator anak” yang memiliki kelainan seksual berkeliaran di sekitar kawasan ini.
Menurut pengakuan beberapa warga, predator anak tersebut sudah memakan sejumlah korban (tiga anak laki-laki dan satu perempuan) serta meninggalkan kondisi traumatis pada anak Kampung Celaket, tepatnya di kawasan RT 7 dan RT 9 RW 2 Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang.
Malang Post berkesempatan mewawancarai ibu dari salah satu anak yang menjadi korban predator ini. Perempuan warga RT 7 RW 2 Kampung Celaket ini mengatakan, sampai sekarang anak perempuannya tersebut masih terbayang-bayang apa yang terjadi pada dirinya.  “Dia gemeteran sehabis kejadian itu, takut keluar rumah selama beberapa waktu. Dia terus bilang takut, dan takut,” cerita ibu ini.
Ia mengatakan, kejadian tidak mengenakkan tersebut terjadi pada Minggu (19/11) lalu. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 14.30 WIB.  “Saya suruh beli telur sebentar ke warung depan. Waktu itu gerimis dan memang jalanan sepi,” cerita ibu ini mengingat apa yang terjadi pada anaknya saat Malang Post mendatangi kediamannya, Selasa (21/11).
Ia melanjutkan, dalam perjalanan ke warung yang tidak jauh dari rumahnya, anak perempuannya berpapasan dengan seorang pemuda. Menurt ibu ini, anaknya tidak curiga apapun karena perawakan pemuda predator tersebut seperti pemuda biasanya. Tidak menyeramkan ataupun melakukan gelagat mencurigakan.
Kesan ini kemudian berubah segera ketika sang anak dibekap dari depan. Kedua tangan pelaku, lanjutnya, langsung menutup mulut anaknya. Tanpa mengeluarkan satu patah kata apapun, pelaku terus membekap mulut dan berusaha menarik anaknya ke suatu tempat. “Beruntung sekali anak saya berontak. Dia meronta-ronta sebisanya, menggigit tangan pelaku. Lalu lepas,” papar perempuan ini dengan suara bergetar.
Segera setelah terlepas, anaknya langsung berlari dan berteriak-teriak meminta tolong. Pelaku kemudian dengan cepat langsung berlari sampai hilang jejak. Saat itu, tidak ada tetangga ataupun orang yang menyadari apa yang terjadi pada anaknya karena keadaan jalan sangat sepi.
Lokasi kejadian ini berdekatan dengan sebuah sekolah di sekitar Kampung Celaket. Meski begitu hari kejadian merupakan hari libur dan situasi hujan sehingga sepi warga. “Setelah itu, anak saya menangis dan tangannya bergetar. Dia cerita baru saja dibekap orang tidak dikenal. Saya suruh ayahnya turun ke jalan melihat siapa yang melakukan ini, tetapi sudah nggak ada jejak,” ceritanya.
Anak perempuannya yang baru berusia 9 tahun ini, sejak kejadian tidak mau keluar rumah. Beberapa kali, anaknya tersebut selalu terbayang kejadian itu dan menangis. Ibunya hanya bisa mengalihkan pikiran itu kepada hal-hal yang lain seperti belajar, bermain atau olahraga.
Perempuan ini menambahkan, ciri-ciri pemuda yang diceritakan anaknya adalah pelaku bertubuh tinggi dengan badan sedang, tidak kurus  dan tidak gemuk. Saat kejadian, anaknya mengingat bahwa pelaku mengenakan jaket merah. “Lalu kata anak saya rambutnya warna putih seperti disemir,” ungkapnya.
Adanya pemuda dengan kelainan seks kepada anak-anak ini juga dibenarkan oleh seorang warga yang sempat melihat kejadian yang tidak enak dipandang.  Perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya ini menceritakan, ia sempat melihat pemuda yang mengeluarkan dan memainkan alat vitalnya di hadapan anak laki-laki sekitar dua bulan lalu.  
“Waktu itu kayaknya hari Sabtu. Saya mau berangkat ngaji sekitar jam 1 siang. Di perjalanan dekat musala, kok ya ada laki-laki mainan ‘anu-nya’ lalu ada anak laki-laki di depannya tapi menghadap tembok,” cerita perempuan yang juga berkediaman di RW 02 Kelurahan Samaan ini.  Dari gambaran yang diceritakan perempuan ini, pemuda tersebut seakan hendak melakukan (maaf) anal seks ke anak laki-laki itu.
Perempuan ini menceritakan, segera setelah melihat kejadian ini, dia langsung menegur dengan nada setengah berteriak menanyakan apa yang dilakukan pemuda itu. Seketika itu pula, pemuda dengan kelainan seks ini lari.
Sementara anak laki-laki yang dihadapkan ke tembok, menurutnya hanya terbengong-bengong saja, seperti tidak mengerti apa yang terjadi. Sayangnya ia tidak dapat mendeskripsikan secara detail sosok pemuda tersebut. “Tinggi yang jelas. Tapi kayaknya orang-orang sini saja, karena seperti pernah tahu,” paparnya.
Ia melanjutkan, dia juga pernah mendapatkan cerita dari warga berbeda RT soal kejadian yang sama. Temannya yang tinggal di RT 9 beberapa kali kerap mendapatkan cerita soal pemuda yang memperlihatkan alat vital dan memainkannya di depan anak-anak.
Versi lain pengakuan warga sekitar, anak-anak kecil kerap dipanggil oleh pelaku saat sedang bermain-main di sekitar rumah. Saat sudah mendapatkan perhatian dari korban, pelaku langsung menurunkan celana korban dan (maaf) memegang alat kelamin korban, di situlah korban langsung berteriak dan lari.
Kesaksian lain juga diceritakan oleh warga Samaan yang juga berprofesi sebagai seorang guru di sekolah sekitar Kampung Celaket.  Ia mengatakan, salah seorang muridnya yang berada di RT 9 pernah mengalami kejadian yang sama, yakni ditemui pemuda misterius yang memperlihatkan alat vitalnya. “Katanya juga ada yang dibekap, tapi nggak berhasil karena anaknya lari,” tuturnya.
Menurut pengakuan warga-warga ini, terdapat beberapa kawasan yang menjadi lokasi favorit predator anak Celaket ini. Beberapa di antaranya adalah gang kecil di depan sekolah kawasan RT 7, kemudian dekat tempat bermain anak-anak seperti lapangan.
Pemuda predator ini, jika diurutkan dari kesaksian warga, selalu berjalan kaki saat melancarkan aksinya.

Berita Lainnya :