Heboh Investasi Bodong ‘Mama Gaul’



BANYUWANGI - Belasan ibu-ibu korban penipuan investasi bodong yang menamakan arisan 'Mama Gaul' (AMG) meluruk rumah YR, ketua arisan dan inventasi, di Perumahan Griya Giri Mulya (GGM), Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Selasa (11/7/2017). Sementara YR diduga kabur dengan membawa uang Rp 1 Miliar milik anggotanya.

Mereka menyanggong rumah tersebut dengan harapan bisa bertemu dengan YR dan menagih uang arisan dan investasi yang dibawa kabur terduga pelaku tersebut. Tak hanya mendatangi rumah YR, mereka juga menggedor-gedor pintu gerbang rumah besar yang ada di pojok komplek tersebut.  "Ayo woy keluar. Bayar arisannya. Jangan kabur gini," ujar salah satu korban arisan.
Tak hanya itu, para ibu-ibu mencoba melihat situasi rumah dari dalam. Tak segan, beberapa dari mereka yang datang mencoba menaiki pagar untuk melihat ke dalam rumah. "Rumah ini kosong sejak 24 Juni lalu. Terakhir saya ke sini. Besoknya sudah tidak ada orang lagi," ujar Atik, salah satu korban arisan bodong.
Menurut Atik, pada saat itu dirinya gencar menagih uang arisan dan investasi. Korban lainnya juga sudah banyak yang datang ke rumah YR. Tujuannya sama, agar YR mengembalikan uang yang diinvestasikannya.
"Dari Banyuwangi wilayah selatan juga ada waktu itu. Saya tahu katanya nanti-nanti. Tapi ujungnya hilang orangnya," gerutu Atik.
Kedatangan para ibu-ibu itu rupanya tak dilakukan sekali. Pasca menghilang, sebagian korban mengaku setiap hari melintas dan melihat kondisi rumah korban yang saat ini ditinggal penghuninya.

"Saya tiap hari ke sini. Kadang bisa sampai 3 kali muter ke sini. Barangkali YR itu balik ke rumah. Mau saya tagih," ujar Zemi Prihatiningsing, salah satu korban.


Jual Pizza Online
YR bersama sang suami tinggal di rumah itu bersama dengan keluarganya. Sejak kejadian itu, rumah tersebut ditinggal YR dan sang suami. Tak hanya itu, keluarga besar yang menghuni rumah tersebut juga menghilang.
"Di sana dia (YR) tinggal dengan keluarganya. Suaminya tidak kerja. Ada ibu dan adiknya di sana. Mungkin karena malu akhirnya rumahnya ditinggal," ujar Supriyadi (44), salah satu tetangga YR, Selasa (11/7/2017).
Menurutnya, rumah tersebut dihuni keluarga YR kurang lebih hampir dua tahun. Kepada tetangga, keluarga YR tidak terlalu dekat. Bahkan cenderung cuek. "Tidak terlalu dekat dengan tetangga. Taunya ya dia jual pizza secara online," tambahnya.
Sementara Imah, yang juga tetangga YR mengatakan, sebelum ada kasus arisan dan investasi bodong, YR sering terlihat sibuk keluar rumah. Tak hanya itu, banyak teman-temannya yang datang ke rumah besar tersebut.
"Kadang siang sampai malam keluar. Terus malam banyak temennya yang datang. Jarang keluar juga ke rumah tetangga. Kebanyakan orang luar komplek," tambahnya.(dtc/lim)

Berita Lainnya :