magista scarpe da calcio Polisi Minta Warga Berani Melapor, Tangkap Predator Anak!


Polisi Minta Warga Berani Melapor, Tangkap Predator Anak!


MALANG – Berita tentang predator anak yang berkeliaran di Kampung Celaket  viral dan mendapat respon tinggi dari warga. Mereka, khususnya orang tua berharap predator anak itu segera ditangkap karena meresahkan dan mengancam masa depan anak-anak.
“Polisi harus bisa segera menangkap predator anak ini, sebelum korban bertambah banyak,” ucap Rizkiani, seorang ibu dalam pesan di WhatsApp group.
Di salah satu group di Facebook, postingan berita Malang Post dishare lebih dari 500 kali dengan ratusan komentar. Tak sedikit warganet yang mengatakan pernah menjumpai kasus sejenis di tempat berbeda. Mereka juga berharap pelaku segera tertangkap. Sementara itu, keresahan warga Kampung Celaket terhadap predator anak  langsung direspon Polres Malang Kota. Tidak sekadar meningkatkan patroli di wilayah Kampung Celaket, tapi petugas juga mencari informasi tentang peristiwa pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pemuda kepada anak-anak di bawah umur.
”Anggota saat ini melakukan lidik ke lapangan. Kami merespon informasi yang masuk, untuk mencari kebenarannya,’’ kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha SH SIK.
Ditemui Malang Post di ruang kerjanya, mantan Kasatreskoba Polres Banyuwangi ini mengaku sempat tidak percaya dengan informasi tersebut. Apalagi pihaknya tidak menerima laporan dari korban.  Meskipun begitu, bukan berarti pihaknya tak bergerak. Terlebih, informasi predator anak ini menjadi viral. ”Nah ini kesulitan kami, tak ada laporan yang masuk, jadi kami tidak dapat melakukan tindakan apa-apa,’’ katanya.
Yudha menjelaskan, laporan dari korban menjadi titik awal pihaknya untuk melakukan penyelidikan, penangkapan dan penyidikan. ”Kalau tak ada laporan kami juga tak bisa berbuat banyak,’’ katanya.
Lantaran itulah, Yudha pun meminta warga Kampung Celaket yang merasa resah atau anaknya menjadi korban pelecehan seksual dari predator anak untuk segera melapor. Dari laporan tersebut, pihaknya dapat bekerja maksimal.  ”Kalau keluarganya takut, bisa dari pihak sekolah, atau lurah atau perangkat keluarahan yang melapor tentang predator anak ini,’’ katanya.
Sementara langkah lain yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan anggota Bimas Polres Malang Kota untuk meningkatkan patroli di daerah tersebut. Dengan patroli yang dilakukan secara terus menerus, Yudha yakin pelaku akan berpikir berulang kali untuk melakukan tindak kejahatan. ”Langkah preventif juga kita lakukan. Yaitu meningkatkan patroli. Tidak hanya di Kampung Celaket, tapi di tempat-tempat lain, yang menjadi daerah yang rawan tindak kriminal,’’ tandasnya.
Sementara itu Polres Malang Kota juga siap memberikan pendampingan kepada Debora (bukan nama sebenarnya), korban persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandungnya, Rosyid (35 tahun). Debora akan mendapatkan pendampingan, hingga kondisi psikisnya pulih. Dalam melakukan pemulihan ini, Unit PPA Polres Malang Kota yang menangani kasus ini menggandeng P2TP2A.
”Kami juga menggandeng psikolog dari pihak swasta untuk mendampingi para korban pelecehan seksual, ataupun perkosaan,’’ kata Kanit 2 PPA Polres Malang Kota Ipda Yuliana Plantika, S.T.K.
Dia mengatakan,m pendampingan terhadap para korban ini merupakan hal wajib dilakukan. Sekalipun korban atau pihak keluarga tak meminta. Pendampingan dilakukan, hingga kondisi korban betul-betul pulih. Tidak terkecuali dengan Debora. Dia akan mendapatkan pendampingingan, hingga kondisinya betul-betul membaik.
Kondisi psikis Debora, menurut Tika –panggilan akrab Ipda Yuliana Plantika, S.T.K, secara fisik cukup baik. Dia dapat menjawab pertanyaan yang diajukan petugas dengan baik. ”Kondisi fisik yang baik belum tentu psikisnya baik juga. Makanya kami bekerjasama dengan ahlinya. Mereka (P2TP2A) inilah yang nanti akan menggali lebih dalam,’’ tandasnya. (ira/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang