Penjual Miras Maut Jadi Tersangka


MALANG - Hendro Setiono, 48, warga Dusun Durmo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka penjual miras maut ini setelah diperiksa oleh unit Reskrim Polsek Gondanglegi, Senin 10/7) malam. Itu karena Hendro memproduksi minuman keras jenis trobas secara ilegal sejak tahun 2014 yang mengakitbatkan dua warga Desa Putat Kidul Kecamatan Gondanglegi tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesta miras kembali merenggut nyawa. Dua warga Desa Putat Kidul  Kecamatan Gondanglegi tewas Minggu (9/10) lalu. Korban meninggal adalah Sodikin alias Koting, 38 dan Bayu Kristiawan 29. Sedangkan tiga korban yang sempat dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen adalah Arik Kurnia, Basori dan Edi alias Domo, warga setempat. Sementara lima orang lainnya yang ikut minum, tidak mengalami gejala apapun.
Kepolsek Gondanglegi Kompol Untung Bagyo Riyanto S.H menjelaskan, tersangka mengakui telah menjual minuman keras kepada delapan korban sebanyak 20 liter. "Minuman keras yang dijual tersangka kepada korban saat ini kita amankan sebagai barang bukti. Yang masih tersisa 6 liter dari pesta miras yang berlangsung selama dua hari. Mulai hari Jumat (7/7) hingga Minggu (9/7). Saat ini pihak kepolisan masih belum mengetahui campuran miras yang telah diminum kedelapan korban. Karena sisa-sisa minuman masih diuji di Laboratorium Forensik Polri di Polda Jawa Timur untuk mengetahui hasilnya," ujar Untung kepada wartawan.

Tersangka yang mengaku belum lama meracik trobas asal Tuban menjelaskan, kalau sebelumnya tidak pernah ada korban. Karena campuran yang ia gunakan adalah air putih.  "Untuk 1 liter bahan trobas, saya tambahkan air biasa seperempat liter. 1 liter trobas saya jual seharga Rp 30 ribu," akunya.
Tersangka menjelaskan, arak yang dibeli dan kemudian dijualnya kembali itu mendapat untung Rp 10 ribu tiap botolnya. Dalam setiap kali membeli trobas tersangka mengambil 3 - 5 dus. Satu dusnya berisi 12 botol dengan ukuran 1,5 liter per botol.
Menurut Untung, maraknya penjualan miras ilegal merupakan penyakit masyarakat yang sulit untuk diberantas. Dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan secepatnya melakukan razia.  "Sampai saat ini ada lima saksi yang sudah kita periksa. Sedangkan untuk dua saksi yang masih belum diperiksa adalah Basori, 25, dan Edi, 28. Karena masih dalam perawatan. Untuk kejadian tersebut tersangka akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” tutupnya.(mg20/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...