Isap Sabu-Sabu Ketahuan, Sopir Truk Ini Diamankan



SURABAYA - Rudi F. tak bisa berkutik saat polisi memergokinya sedang mengkonsumsi sabu-sabu di garasi truk Jalan Greges Jaya, Surabaya. Tertangkapnya pria berusia 28 tahun itu, karena memang Rudi sudah diincar oleh Unit Reskrim Polsek Karang Pilang, setelah sebelumnya pihak kepolisian menerima informasi bahwa garasi tersebut dijadikan tempat sembunyi untuk nyabu.

Kanitreskrim Polsek Karang Pilang Iptu Marji Wibowo menjelaskan, sabu-sabu itu didapat Rudi dari seorang pengedar yang dipanggil Kacong. Selama ini, Rudi mendapat suply barang terlarang itu dengan sistem ranjau.
"Barang tersebut dimasukkan ke dalam bungkus rokok lalu ditaruh dipinggir jalan," terangnya, Rabu siang (12/7).
Untuk mendapatkan barang haram tersebut, awalnya Rudi menghubungi Kacong lewat sms. Setelah sepakat harga, Kacong akan memberi tahu lokasi di mana Rudi bisa mengambil barang. Pria asal Donorejo itu lantas mengkonsumsinya di pangkalan truk, lokasi yang biasanya dijadikan tempat istirahat setelah narik.

Berdasar hasil penyidikan, serbuk haram itu dibeli seharga Rp 100 ribu per paket. "Kami juga menyita alat isap sabu-sabu, sisa sabu-sabu dalam plastik klip, sisa sabu-sabu dalam 3 pipet, serta sebuah handphone," imbuhnya.
Saat ini polisi masih berupaya menyelidiki keberadaan Kacong. Disinyalir, pelanggan Kacong tidak hanya Rudi seorang. Pasalnya, Kacong selalu cepat untuk mengantar barang. Setelah dapat pesanan, barang sudah siap dalam tempo hanya 15 menit.
Sementara Rudi mengaku bahwa dirinya belum lama mengkonsumsi sabu-sabu. Dia nyabu lantaran merasa tertekan dengan beban pekerjaannya.
"Habis pakai itu biasanya jadi lebih fresh," ungkapnya seperti diutarakan oleh penyidik.
Kini tersangka harus meringkuk di penjara, setelah polisi menjeratnya dengan Pasal 112 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkotika. Dia juga dipecat dari pekerjaannya sebagai sopir truk. (did/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...