Pembunuh di Taman Rolak Didakwa Seumur Hidup

 
MALANG – Tiga terdakwa dewasa pembunuhan Taman Rolak, telah menjalani tiga kali persidangan di PN Malang. Kali terakhir, Rabu sore lalu Mas’ud, Yani Dedy Saputra dan M Taufik menghadapi hakim pengadilan dalam agenda pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum, Samsul A Sahubawa SH menegaskan dia menangani dua terdakwa. “Saya menangani Fani dan Taufik. Sedangkan pak Wanto Hariyono menangani M Mas’ud. Dakwaan primer kita, adalah pasal 340 KUHP, subsider 338 subsider 170 KUHP, dengan dugaan menghilangkan nyawa orang lain berencana dengan ancaman seumur hidup atau 20 tahun,” kata Samsul dikonfirmasi, kemarin.
Dakwaan hukuman seumur hidup ditetapkan kepada kepada tiga terdakwa karena jaksa menganggap sadis metode eksekusi Zainuddin 21 tahun warga Jalan Kolonel Sugiono 9D. Selain kebrutalan dalam menghabisi nyawa pemuda pembuat roti itu, para terdakwa terlebih dahulu merencanakan pembunuhan.
Dua terdakwa yang ditangani Samsul, sudah menjalani persidangan pemeriksaan saksi. Kasi Pidum Kejari Malang, Ubaydillah menegaskan, penerapan tiga pasal untuk para terdakwa, adalah untuk memastikan mereka tidak lepas dari tanggungjawab membunuh Zainuddin. Jika pasal 340 KUHP dianggap tidak memenuhi unsur, maka masih ada pasal pengeroyokan yang menyebabkan kematian (170 KUHP) dan kejahatan terhadap nyawa (338 KUHP).
“Jangan sampai lolos dari jeratan hukum, kita juga harus memberi keadilan dan kepastian hukum, bagi keluarga korban Zainuddin yang menderita karena kehilangan anggota keluarganya,” tambah Ubay. 
Kejari Malang masih mempersiapkan saksi-saksi lain untuk menyelesaikan persidangan dan menuju pembacaan tuntutan. Sedangkan, Mas’ud yang ditangani oleh Wanto Hariyono SH, JPU Kejari Malang, baru dijadwalkan menjalankan sidang pemeriksaan saksi pada Rabu 29 November 2017 mendatang.(fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...