magista scarpe da calcio Gauli Anak Tiri, Roni Ngaku Khilaf


Gauli Anak Tiri, Roni Ngaku Khilaf


 
MALANG - Khilaf. Hanya kata itu yang bisa diucapkan M. Syahroni alias Roni, 43, begitu berurusan dengan polisi. Ia terus menangis dan menyesali perbuatan bejatnya, saat dijebloskan ke dalam balik terali besi Mapolres Malang, sejak Kamis (23/11). 
Warga Kelurahan/Kecamatan Turen ini, tega menggauli anak tirinya yang masih kelas V SD. Sebut saja nama anak tirinya Dahlia, 10. Korban digauli di dalam rumah saat ibunya tidak ada. Ironisnya lagi, nafsu liar Roni ini, dilakukan sejak Dahlia masih kelas IV.
“Saya khilaf dan tidak sadar saat melakukannya. Karena terbawa hawa nafsu saja,” ucap Syahroni alias Roni, dengan kepala tertunduk.
Roni sejatinya sudah memiliki istri. Kemudian enam tahun lalu, ia menikah dengan ibu Dahlia, yang berstatus janda. Selama menikah tersebut, Roni juga tinggal serumah dengan Dahlia di Desa Talok, Turen.
Empat tahun berjalan menikah, Roni terlihat sayang dengan Dahlia. Ia menganggap korban sebagai anak kandungnya sendiri. Namun saat korban menginjak remaja, ketika kelas IV tersangka mulai tertarik.
Semula hanya sekadar mencium dan meraba-raba. Tidak sampai melakukan persetubuhan. Perbuatan itu terus dilakukan karena merasa aman, dan korban tidak cerita kepada siapapun setelah diancam.
Baru pertengahan bulan Oktober lalu, saat korban kelas V, tersangka mulai mengumbar nafsunya. Ketika pulang kerja sebagai kuli batu, ia melihat Dahlia duduk melihat TV. Sementara ibunya masih bekerja.
Melihat kondisi rumah yang sepi, Roni langsung muncul niatan untuk menggauli. Tubuh Dahlia didekap dari belakang. Kemudian ia meraba-raba, baru selanjutnya menyetubuhi. Dahlia tidak berani berontak ataupun melawan.
Termasuk menceritakan kepada orangtuanya. Ia takut dipukuli, karena sering melihat tersangka memukuli ibunya. 
“Saya hanya sekali saja menyetubuhi. Kalau meraba-raba seingat saya hanya dua kali saja,” dalih Roni. Perbuatan bejat tersangka baru terungkap, setelah Dahlia curhat kepada teman sekolahnya. 
Kemudian temannya mengadukan kepada guru kelas. Untuk memastikan, Dahlia lantas dipanggil pihak sekolah untuk dikonfirmasi kebenarannya.
Begitu Dahlia menceritakan semuanya, pihak sekolah lantas memanggil ayahnya. Mendengar cerita itu, ayah Dahlia yang tidak terima lantas melaporkan Roni ke Polres Malang. Atas laporan itulah, polisi kemudian menangkap Roni.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya, begitu ada laporan. Yang bersangkutan mengakui semuanya. Ia kami jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak," tegas Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo. (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang