magista scarpe da calcio ND Bantah Bunuh Bayinya


ND Bantah Bunuh Bayinya



MALANG - ND (20) saat ini masih dirawat di RSSA Malang. Penelusuran Malang Post, mahasiswi Akuntansi UIN Maliki Malang ini dirawat di kamar bangsal pasien Obgin, yang dijaga ketat oleh empat anggota Polres Makota. Bangsal tersebut berisi belasan pasien, sehingga siapapun sebenarnya bisa memasuki ruangan itu. Khususnya keluarga pasien.  
ND terbaring lemah di ranjang pojok nomor dua bersekat. Tak ada nama yang terpampang di bed-nya, hanya gelang di tangan yang tertuliskan namanya. Kemarin, ia ditemani seorang teman dan sang ibu yang terlihat masih sangat syok. Tak banyak yang menjenguk ND. Namun Malang Post berhasil mewawancarai salah satu penjenguk. Ia berbagi rangkaian cerita tragis dari versi ND.

Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya ini, ND mengakui bahwa mayat bayi yang ditemukan di depan kamar mandi kosnya itu adalah anak kandungnya. Namun ia menegaskan tak berniat membuang bayinya itu. Ia juga tidak membunuhnya. “Saya hanya ingin memakamkan dia,” ujar ND kepada narasumber Malang Post.  “ND menceritakan semua kisahnya sembari menangis,” tambah narasumber ini.
Anak itu merupakan hasil hubungannya dengan sang pacar, Zaki, yang juga mahasiswa di UIN Maliki. Awal mengetahui kehamilannya, Zaki sempat meminta ND untuk menggugurkan kandungannya, namun ia tidak mau dan ingin mempertahankan bayinya.  Namun, ia juga tak berani menceritakan kehamilannya itu, baik kepada teman ataupun keluarganya.
Meski, dari penelurusan Malang Post, ND sepertinya memberitahukan kondisi kehamilannya itu dalam diam, melalui simbol yang tidak akan dipahami begitu saja oleh yang melihat. Salah satunya, lewat unggahan foto sebagai header di akun Facebooknya, pada 12 Juni lalu. Foto itu milik selebgram Putri Hasanah Karunia, bergambar tangan dan tanaman dengan caption singkat “Hello lil’ baby”. Karena caption itulah, yang kemungkinan membuat ND memosting foto itu.
Masih dari cerita ND kepada narasumber Malang Post. Minggu dini hari sekitar pukul 02.00, ia merasakan kontraksi yang sangat hebat di tempat KKN-nya. Ia sempat berniat memanggil bidan, namun tak memiliki keberanian. Karena kalut, ND memutuskan untuk menangani sendiri proses melahirkan itu, di kamar mandi. Selama dua jam, ia berjibaku sendirian merasakan kontraksi hingga akhirnya sang jabang bayi keluar.  
“Menurut ND, saat lahir, awalnya, bayinya tidak menangis. Lalu beberapa menit kemudian menangis dan bayi itu masih hidup. Namun setelah ND memotong tali pusarnya, bayi itu sudah tidak menangis dan tak ada denyut nadinya. Dari situ ia bertambah kalut dan panik,” ujar sumber Malang Post.

Karena masih kelelahan dan lemas, ND beristirahat sejenak. Lalu sekitar pukul 10.00 pagi ia yang baru saja melahirkan sendirian, memutuskan untuk kembali ke kosnya. Ia berencana memakamkan bayinya di Malang. Lalu ND pun berangkat dengan motor sembari membawa tas ransel berisi bayi. Melewati perjalanan panjang dari Sumbermanjing Wetan ke Kota Malang. Sekitar 2 jam perjalanan.   
“Dari ceritanya, ND ingin memakamkan bayinya. Tidak berniat untuk membuangnya, makanya dia bawa mayat bayi itu ke Malang,” tutur sumber ini lagi.  
Sementara itu, Polres Makota memberi versi yang sedikit berbeda dari pengakuan ND. Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan membenarkan bahwa ND melahirkan di kamar mandi saat KKN di Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Minggu dini hari. "Setelah bayi lahir dan dalam kondisi hidup, ND membekap bibirnya sehingga meninggal," ujar Hoiruddin.
Menurut versi polisi, setelah melahirkan dan bayinya meninggal, ND memasukkan jenazahnya ke dalam tas biru. Setelah beristirahat, ND membawa bayi dalam tas tersebut ke Malang dengan mengendarai sepeda motor. Dia membawa bayi tersebut ke kos-kosan sekitar pukul 11.30 WIB. Dari informasi sementara kepolisian, ND kebingungan karena pacarnya tak bisa dihubungi.
Polres Makota pun membenarkan bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan badan antara ND dan pacarnya. "Setelah dari Sumawe, dia sempat bingung menaruh bayi di mana. Karena pacarnya nggak bisa dihubungi," ujar Kabag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni kepada Malang Post. Setelah berpapasan dengan saksi mata di kos-kosan, ND memasukkan bayi di dalam kamar dan tidur.
Setelah itu, subuh ND meninggalkan bayi dalam tas di kos-kosan untuk mencari pacarnya. Mulai pagi hingga sore hari, ND mencoba menghubungi sang pacar. Namun, ND putus asa karena pacarnya tidak kunjung bisa dihubungi atau ditemui. Akhirnya, sore hari dia pulang dan diamankan Polres Makota. Pihak berwajib, membenarkan bahwa pacar ND adalah sesama mahasiswa UIN.
"Iya, setelah menaruh bayi di kos-kosan, ND mencari pacarnya. Sesama mahasiswa," tutup Heni, sapaan akrabnya.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top