Masuk Kamar, Tiduri Anak Kos

 
MALANG - Tua-tua keladi, semakin tua malah menjadi. Itulah Suwito alias Wito, 60, warga Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading. Diusianya yang lebih seabad, ia masih mengumbar hawa nafsunya. Imbasnya, Wito pun harus berurusan dengan polisi. Kamis lalu, ia dijebloskan ke dalam terali besi Mapolres Malang. 
Wito dilaporkan karena berbuat asusila terhadap anak kosnya, sebut saja namanya Cinta, 16, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah ada laporan dari keluarga korban. Yang bersangkutan juga mengakui perbuatannya," ujar Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Diperoleh keterangan, Cinta ini merupakan teman sekolah anak Wito. Cinta masih duduk kelas XI disalah satu SMA di Kecamatan Ampelgading. Karena merasa kasihan jika harus kos, tersangka menawarkan untuk tinggal di rumahnya, tanpa membayar.
"Saya suruh tinggal karena dia teman anak saya. Apalagi saya juga mengenal dengan orangtuanya," tutur tersangka Suwito alias Wito.
Namun di balik niat baiknya itu, ternyata ada nafsu yang tersembunyi. Pada 10 Oktober lalu, saat tengah malam tersangka masuk ke dalam kamar korban yang pintunya tidak dikunci. Waktu itu, Cinta sedang terlelap tidur.
Tersangka langsung menindih tubuh korban dan mencekiknya. Wito mengancam akan berbuat lebih kejam jika korban melawan. Tersangka lantas meminta korban untuk melucuti pakaiannya, setelah itu menyetubuhi korban sekali.
Puas melampiaskan hawa nafsunya, Wito bapak tiga anak dan tiga cucu ini lantas pergi. Sebelumnya ia mengancam korban lagi untuk tidak bercerita kepada siapapun. Bahkan Cinta diminta untuk tetap tinggal di rumahnya.
Selang beberapa hari kemudian, tersangka mengajak korban keluar rumah. Alasannya akan diajak pergi ke salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Gondanglegi, sekaligus menagih hutang kepada seseorang. Karena takut dan tidak curiga, korban pun mengiyakan ajakan tersangka.
Namun bukannya diajak ke Ponpes, sebaliknya korban malah diajak ke sebuah penginapan di wilayah Karangkates, Sumberpucung. Tersangka mengajak korban bersetubuh, namun korban berontak dan melawan. Hingga akhirnya korban kembali diajak pulang.
Atas kejadian itu, korban yang merasa jiwanya terus tertekan, akhirnya mengadu kepada pamannya. Mendapat cerita itu, pamannya lantas marah dan menjemput korban di rumah tersangka. Selanjutnya melaporkan perbuatan bejat Wito ke Mapolres Malang.
"Saya hanya ingin mengetahui apakah dia masih perawan atau tidak. Apalagi saat itu, saya juga terbawa hawa nafsu," ucap tersangka Wito.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...