Korslet Listrik, Rumah DiLalap Si Jago Merah

 
MALANG – Kediaman Eni Limarta 56 tahun, warga Jalan Tanggamus Retawu RT 18 RW 07 Oro-Oro Dowo disantap si jago merah, Sabtu (25/11) dini hari. Sekitar pukul 01.27 WIB, ruang tamu dan ruang tengah rumah membara.  Kusen interior dan peralatan di dalam rumah, hangus terbakar. Diduga, api muncul dari korsleting listrik. Saksi mata, Ahmad Sobi’i yang juga penjaga rumah, sekitar pukul 1 pagi, mendengar suara barang jatuh dari atas plafon di ruang tamu. 
“Setelah suara itu, langsung muncul asap, lalu lanjut muncul percikan api yang makin lama makin besar,” kata Sobi’i kepada petugas saat pemadaman oleh tim Damkar, dini hari .
Api ini bergerak dari atap balkon teras berukuran 6 meter kali 4 meter persegi. Setelah menghanguskan area ini, api menjalar ke bagian bawah rumah. Kusen pintu dan jendela rumah hangus karena dilalap api. Api terus bergerak menyantap semua benda yang mudah terbakar. Misalnya saja kayu kusen di dalam palfon kamar tidur.
Tembok rumah juga terbakar dan gosong. Sementara, peralatan rumah yang dihabiskan oleh luapan api antara lain satu televisi, satu AC, dua buah tempat tidur, satu kusen pintu kamar tidur serta satu set meja kursi.
“Saya langsung telepon satpam minta pertolongan pemadam kebakaran,” sambung Sobi’i.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Jose Bello mengatakan pihaknya mengerahkan 6 armada pemadam ke lokasi kebakaran.
“Kita kerahkan 6 mobil PMK ke TKP. Ada empat regu petugas pemadam yang datang. Kita semprotkan air sekitar 15 ribu liter kubik untuk memadamkan api di rumah ini,” kata Bello dikonfirmasi terpisah.
Setelah bertarung dengan api selama sekitar 20 menit, petugas berhasil menjinakkan kobaran api. Usai pendinginan, petugas Damkar langsung kembali ke markas, sekitar pukul 01.55 WIB dini hari. Dari keterangan petugas, korban pemilik rumah mengalami kerugian kurang lebih Rp 70 juta akibat kebakaran.
“Dampak lainnya, ruang tamu dan dua kamar tidur tidak bisa dipergunakan secara normal. Kami informasikan kepada warga, agar waspada terhadap potensi ancaman bencana. Segera hubungi pihak berwajib bila menghadapi situasi barat,” tambah Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono yang mengirim personel ke lokasi untuk memback up PMK.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :