Pencarian Hingga ke Kendalpayak



MALANG - Pencarian Eris Maulidina, 13 tahun, santriwati Pondok Surya Rahmatullah Jalan Terong Bumiayu, masih berlanjut. Tim gabungan relawan SAR, RJT, BPBD hingga kepolisian, menyisir jalur Sungai Brantas yang mengarah ke selatan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono dikonfirmasi Malang Post.

“Masih belum ketemu, tim gabungan masih melakukan pencarian,” kata Hartono kemarin.
Polsek Kedungkandang, Basarnas, RJT, Tagana, BPBD hingga SAR Pakem dan RPMR, ikut terlibat dalam pencarian Eris. Para personel tim gabungan, menyisir sungai di sepanjang jalur tempat kejadian hilangnya korban, di Jalan Terong, mengarah ke selatan arah Gadang.
Titik pencarian diteruskan ke selatan hingga jalan kembar tembusan Bumiayu-Gadang-Hamid Rusdi. Tim juga terus menyusuri sungai hingga ke arah Sungai Kendalpayak dekat RS Ben Mari. Titik akhir pencarian adalah bantaran sungai di daerah Jalan Raya Tambak Rejo. Menurut Hartono, tim gabungan menyisir sungai mulai pagi hingga sore hari.

“Sudah disisir dari pagi sampai sore,” kata Hartono.
Tim gabungan menggunakan dua cara untuk mencari korban di sepanjang sungai. Yaitu, menurunkan personel langsung di daerah sungai yang dangkal, serta memakai perahu karet di air dalam. Tim gabungan, yang menyelesaikan pencarian sore kemarin, istirahat di Posko yang didirikan dekat TKP.
“Tim ada yang standby di posko. Besok pagi (hari ini) pencarian dilakukan lagi. Kita bantu logistik untuk yang standby posko. Standar pencarian sendiri adalah satu minggu. Ini baru berjalan satu hari setelah kejadian, masih ada waktu enam hari untuk menemukan korban,” sambung Hartono.
Eris adalah santriwati yang hilang di sungai dekat pondoknya. Saat bermain di sungai bersama teman-teman santri yang lain, Eris tercebur ke sungai, dan tak bisa berenang. Beberapa rekannya berusaha menolong dengan cara berenang dan menarik Eris ke pinggir sungai. Namun, karena tidak mampu menahan arus air, Eris semakin tenggelam dan hilang ditelan sungai.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...