Terima Rp 10 Juta, Kades Druju Kena OTT


MALANG - Kembali, Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Malang, terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Kamis (23/11) lalu Kades Druju, Mujiono, ditangkap Tim Saber Pungli Polda Jawa Timur. Ia diduga melakukan pungutuan liar pengurusan balik nama akta jual beli (AJB) tanah, milik warganya.
Mujiono ditangkap di rumahnya Dusun Wonorejo, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sekitar pukul 18.00. Penangkapannya setelah menerima uang sebesar Rp 10 juta, dari Sugiono warga setempat untuk biaya balik nama AJB tanah. Barang bukti uang ditemukan di atas meja dengan ditutupi topi.
"Iya benar, Pak Kades kena OTT. Informasinya Tim Saber Pungli Polda Jatim," kata salah satu warga Desa Druju, yang tidak mau disebutkan namanya.
Informasi yang diperoleh Malang Post, dari warga dan salah satu tokoh masyarakat mengatakan, pungutan liar yang dilakukan Mujiono sudah berlangsung sejak lama. Ada banyak warga yang menjadi korban Pungli sang Kades. Namun baru dua orang yang resmi melapor ke Polda Jatim. Yakni Sugiono serta H Sugianto.
Keduanya sama-sama mengurus  balik nama AJB tanah. Sugiono dimintai uang Rp 11 juta, namun setelah nego hanya dibebani Rp 10 juta. Sedangkan H Sugianto, dimintai uang Rp 26 juta, namun setelah dinego akhirnya turun menjadi Rp 16 juta. Tetapi oleh H Sugianto baru dibayar Rp 5 juta.
"Yang laporan baru dua orang saja. Tetapi rencananya dalam waktu dekat ini, ada sekitar 15 orang lagi yang akan ke Polda Jatim untuk melaporkan kasus yang sama," terang tokoh masyarakat ini.
Dia mengatakan, masyarakat Desa Druju selama ini memang resah dengan kebijakan yang dibuat oleh Mujiono. Penarikan biaya pengurusan balik nama AJB tanah, sangat di luar kewajaran. Mujiono menarik biaya atas kemauan sendiri, tidak berdasarkan ketentuan.
"Sebagai masyarakat, tentu kami berharap proses hukum harus ditegakkan. Karena kebijakannya sangat merugikan masyarakat," ujarnya.
Sebelum terkena OTT, Mujiono sudah dilaporkan oleh warganya ke Polres Malang, pada 2014 silam. Ia diduga menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013-2014. Nilainya sekitar Rp 200 juta lebih.
Laporan warga terkait ADD ini, karena adanya laporan fiktif yang dibuat oleh Mujiono. Misalnya, anggaran untuk program kemiskinan, pendidikan, kepemudaan dan pembangunan. Semuanya fiktif, tidak ada realisasinya. Namun hingga berjalan empat tahun ini, laporan dugaan korupsi tersebut masih belum tuntas.
"Informasi yang kami dapat, laporan ADD kami ke Polres Malang itu telah ditarik Polda Jatim. Bahkan berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21)," jelasnya.
Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah, dikonfirmasi membenarkan adanya OTT Kades Druju Mujiono, oleh Tim Saber Pungli Polda Jatim. Penangkapannya terkait penarikan biaya pengurusan balik nama AJB tanah.
"Memang benar. Bahkan informasinya sudah dilakukan penahanan. Proses penyidikannya tetap dilakukan di Polda Jatim," ungkap Decky Hermansyah.
Soal laporan warga terkait dugaan penyelewengan ADD yang dilaporkan ke Polres Malang, Decky menegaskan bahwa kasusnya sudah tahap penyidikan. Ia tidak membenarkan kasus dugaan korupsi tersebut ditarik oleh Polda Jawa Timur.
"Beda kasus antara Pungli dengan korupsi. Untuk Pungli yang menangani memang Polda Jatim, tetapi untuk dugaan korupsi tetap Polres Malang yang menangani," urai Wakapolres Malang ini.
Decky menegaskan, sejauh ini kasus dugaan korupsi ADD sudah tahap penyidikan. Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, sudah menetapkan Mujiono sebagai tersangka. Kamis lalu berbarengan dengan OTT oleh Tim Saber Pungli Polda Jatim, Polres Malang bersama tim dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Jawa Timur, telah mengaudit jumlah kerugian negara sekitar Rp 200 juta.
"Sekarang ini, kasusnya sedang proses melengkapi berkasnya untuk segera dikirim ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Kasusnya terus jalan dan sudah ada penetapan tersangka," tegas perwira polisi dengan pangkat melati satu ini.

Berita Lainnya :

loading...