Tas Kosong Dikira Bom

 
MALANG - Masyarakat makin gampang paranoid. Setelah polisi dan warga di Jakarta dibuat was-was serta tegang karena keberadaan tas yang diduga berisi bom, yang ternyata berisi pakaian. Semalam, peristiwa serupa terjadi di Kedungkandang. Tas koper hitam yang diduga berisi bom membuat heboh warga. Tas yang belakangan dinyatakan kosong ini ditemukan tak bertuan di seberang Apotik Tombo Urip Jalan Ki Ageng Gribig No 16, tepatnya di depan sebuah rumah penjual baju bekas. Lokasi tas ini juga tidak jauh letaknya dari Polsek Kedungkandang Kota Malang. 
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Eko menjelaskan, evakuasi langsung dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelumnya, selama 3 jam, pihaknya mengamankan dan menutup lokasi kejadian sambil menunggu tim jihandak Brimob datang untuk mengevakuasi.
"Setangah 8 tim Jihandak datang, langsung mengevakuasi tas koper tersebut. Dari evakuasi diketahui tas tersebut kosong," papar Agus Eko.
Sebanyak 8 personel tim Jihandak Brimob mengevakuasi tas koper selama kurang lebih 45 menit. Selama evakuasi, seluruh warga diminta menutup rumahnya masing-masing. Sementara sekitar 100 meter lokasi, jalanan Ki Ageng Gribig ditutup aksesnya. Lokasi TKP koper mencurigakan tersebut memang berada tepat di pinggir jalan. Dimana rumah-rumah sekitar berada berdekatan satu sama lainnya.
"Hanya tas kosong. Sudah diamankan oleh tim Jihandak," ujar Kapolsekta Kedungkandang Kompol Agus Eko Winarno.
Tas misterius itu diketahui warga sejak pukul 16.30. Tepatnya persis di bawah pohon samping kios baju bekas depan Apotek Tombo Urip Jalan Ki Ageng Gribik , Kecamatan Kedungkandang. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari Polsekta Kedungkandang. "Tadi sore (kemarin sore, red) warga menginformasikan pada kami ada tas mencurigakan. Kami lalu koordinasi dengan pimpinan untuk melakukan pengamanan," tuturnya.
Selama tiga jam petugas melakukan pengamanan di lokasi. Selama itu arus lalu lintas masih normal. Baru ketika evakuasi oleh tim Jihandak Brimob Ampeldento Pakis pukul 19.30, arus lalu lintas mulai disterilkan. 
Kendaraan dari dua arah ditutup. Termasuk pemilik toko dan rumah warga sekitar diminta untuk menutup. Tidak seorang pun diperbolehkan mendekat. Polisi memberi garis polisi. "Selama proses evakuasi, lokasi kami sterilkan karena memang sudah menjadi protap pengamanan," katanya.
Jamil, salah seorang warga yang berkediaman tepat di seberang TKP menjelaskan pukul 19.20 WIB, ia dan keluarga langsung didatangi petugas polisi agar masuk dan menutup pintu rumah rapat-rapat selama evakuasi dilakukan.
"Saya langsung masuk rumah panggil keluarga saya semua. Pintu rumah saya tutup, rolling door juga saya kunci semua," ungkap Jamil.
Ia menerangkan, dia mengetahui bahwa tas tersebut tergeletak sesaat setelah pemilik toko baju bekas menutup tokonya. Jamil menuturkan, saat toko dibuka dan tutup pukul 15.00 WIB, tas belum ada. Jamil mengungkapkan lagi, dia pun tidak melihat ada orang mencurigakan menaruh tas tersebut di TKP.
"Ya waktu itu kita tidak ada yang lihat ada orang naruh. Pemilik kios baju bekas, Pak Mansur ya juga sudah pulang," tandasnya.
Menurutnya, selama evakuasi, ia dan keluarga tidak ada yang berani keluar rumah. Begitu juga dengan tetangga-tetangga sekitarnya. Baru, setelah pukul 20.15 WIB saat evakuasi selesai, Jamil baru berani membuka pintu rumahnya.
Sementara itu Iptu Sumantri dari tim Jihandak Brimob Ampeldento Pakis menjelaskan tas koper berwarna hitam ditemukan tertutup rapat dengan kunci gembok melekat. "Kondisi tas seperti sudah lama tapi masih layak pakai. Tidak ditemukan barang mencurigakan," jelasnya.
Tas tersebut langsung diserahkan ke Unit Reskrim Polsekta Kedungkandang. Untuk diamankan dan dilakukan proses penyelidikan. (ica/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...