Waspada 'Ganja' Baru Menjajah Malang!

 
MALANG – Kinerja Satuan Reserse Narkoba di Malang Raya semakin berat. Belum selesai bertugas memberantas jaringan narkotika ganja dan sabu, Malang Raya kini dijajah ‘ganja’ jenis baru. Yakni, tembakau Gorilla yang sempat viral setelah mantan pilot salah satu maskapai penerbangan sempoyongan di bandara dan meracau di cockpit pesawat awal tahun 2017 lalu.
Kemarin, Polres Makota merilis ungkap pelaku terduga penjual 10 poket tembakau Gorilla. Pria inisial AQ 20 tahun penghuni kos Jalan Joyo Utomo gang III nomor 19, Merjosari Lowokwaru, diciduk pada 21 November 2017 lalu oleh Satresnarkoba Polres Makota.
“Kami dapat info awal dari Kapolres Malang, bahwa ada indikasi peredaran tembakau Gorilla, Kasatresnarkoba menindaklanjuti info dengan penyelidikan dan ternyata benar ada pengedar narkotika baru ini,” kata Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan di Polres Makota, sore kemarin.
Berawal dari informasi AKBP Yade Ujung Setiawan, Polres Makota mengikuti petunjuk yang mengarah kepada AQ. Terduga pelaku merupakan mahasiswa salah satu kampus di Kota Malang dan berasal dari Jakarta. Setelah penyelidikan, polisi melakukan penggerebekan di kos-kosannya. Terduga pelaku sedang berada di dalam kamar tidur ketika digeruduk polisi.
Saat penggeledahan, personel Satresnarkoba Polres Makota menemukan 10 bungkus tembakau gorilla dengan berat 15 gram, yang tersimpan dalam kotak kecil. Menurut Kapolres Makota, terduga pelaku mengaku ada 20 bungkus tembakau gorilla. Namun, dia sudah mengedarkannya di penjuru kampus.
AQ sendiri mengaku baru setengah tahun menyebar ‘ganja’ jenis baru ini. Tak hanya mengedarkan, AQ juga ikut menyesap tembakau yang didapatnya dari Tangerang.
“Terduga pelaku mengaku mendapat barang dari Tangerang. Caranya, terduga pelaku mentransfer sejumlah uang, lalu tembakau dikirim dari Tangerang via jasa pengiriman barang,” jelas perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu.
Menurut pengakuan terduga pelaku, tembakau gorilla per bungkusnya dihargai Rp 150 ribu. Tapi, AQ menjualnya kepada para mahasiswa dengan harga Rp 250 ribu. Kapolres Makota menyebut AQ terancam hukuman penjara minimal 4 tahun karena diduga melanggar pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
AKP Imam Mustaji, Kasatresnarkoba Polres Makota membenarkan bahwa tembakau Gorilla belum terlampir dalam daftar narkotika terlarang di UU nomor 35 tahun 2009. Namun, Permenkes nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan Narkotika, menyebut tembakau gorilla termasuk dalam 27 zat baru kategori narkotika golongan 1.
Tembakau gorilla mengandung ganja sintetis, yakni senyawa AB-Chminaca atau senyawa cannabinoid sintetis yang memiliki efek seperti ganja.
“Ini adalah temuan pertama di Kota Malang, bahkan di Jawa Timur. Kita semakin waspada terhadap peredaran narkotika jenis baru ini,” kata Imam.
Dia menjelaskan,pengguna bakal menerima sensasi mirip dengan ganja. Efek fly atau seakan terbang tanpa ada masalah, juga menjadi efek samping dari menghirup asap tembakau gorilla. Barang ini juga membuat pengguna kehilangan konsentrasi.
“Kalau dibandingkan, gejalanya mirip dengan mantan pilot yang sempoyongan dan sempat viral itu,” tutup Imam.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :