Bakal Disidang Lagi di Kota dan Kabupaten Malang

 
MALANG – Julisa Cancerita alias Mirna Cempluk 32 tahun, warga Jalan Danau Singkarak Sawojajar, terdakwa dugaan pelanggaran UU ITE, menjalani sidang tuntutan, siang kemarin. Mirna Cempluk, dituntut hukuman penjara 1 tahun 3 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Batu, Maharani Indraningtyas SH.
“Kita menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 1 tahun 3 bulan,” kata Maharani kepada wartawan kemarin. 
Meski demikian, Maharani memastikan Julisa tak bisa bersantai-santai paska penjatuhan vonis hakim. Pasalnya, penyidik Polres Makota dan Polres Malang sudah mempersiapkan Berita Acara Pemeriksaan lagi untuk Mirna.
Pasalnya, Polres Makota maupun Polres Malang, dikabarkan menindaklanjuti laporan para korban lain yang uangnya diduga dikeruk Mirna Cempluk. Wanita yang juga sempat kontrak di Perum Golf Araya Pakis ini, diduga menggondol uang miliaran rupiah berkedok investasi bodong, via Facebook.
Ratusan korban tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang bahkan luar Jawa Timur. “Walaupun sudah divonis, penyidik maupun jaksa dari Kota Malang maupun Kabupaten Malang, tidak perlu menunggu terdakwa menghabiskan masa tahanannya. Setelah vonis dari hakim untuk kasus Batu, dia akan langsung disidang lagi untuk Kota dan Kabupaten Malang,” tegas Maharani.
Dia melanjutkan, sidang lanjutan Mirna Cempluk akan dihelat lagi Senin pekan depan dengan agenda pledoi atau pembelaan dari terdakwa. Menurut Maharani, paska pledoi, hakim akan menentukan apakah Mirna bersalah dan harus divonis hukuman penjara.“Senin depan masih pledoi, minggu depannya lagi baru vonis dari hakim,” katanya.
Mirna Cempluk menyerahkan diri kepada Polres Batu usai digeruduk korbannya di kediaman Perum Golf Araya Pakis. Dia mengaku tak bisa mengembalikan uang para korban atau nasabahnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :