magista scarpe da calcio Komplotan Perampok Beraksi di Dampit


Komplotan Perampok Beraksi di Dampit

 
MALANG - Komplotan perampok kembali beraksi di wilayah Kabupaten Malang. Empat pelaku bersenjata tajam dan memakai cadar, menyatroni rumah Sarimin, 43 tahun, di Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Minggu dini hari lalu. 
Mereka menggasak uang serta sebuah HP Nokia, dengan total nilai sekitar Rp 21 juta. Kasus perampokan tersebut, saat ini sedang dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim Polsek Dampit dan Polres Malang. Polisi masih mengidentifikasi para pelaku, dengan meminta keterangan beberapa orang saksi.
“Kami masih mendalami kasusnya. Anggota sekarang di lapangan untuk memburu pelakunya. Dari keterangan korban, pelakunya berjumlah empat orang dan jalan kaki,” jelas Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari.
Menurutnya, aksi perampokan terjadi sekitar pukul 01.30. Saat kejadian, korban serta istrinya sedang terlelap tidur. Pelaku masuk ke dalam rumah, lewat jalan samping yang kemudian masuk melalui jendela yang tidak terkunci.
“Kawanan pelaku ini mengincar uang korban. Sebab biasanya setelah menjual tanah atau sapi, korban menyimpan uang sampai ratusan juta. Tetapi saat kejadian itu, hanya menyimpan uang Rp 20 juta saja,” ungkap mantan Kapolsek Pakisaji ini.
Setelah berhasil masuk, dua orang pelaku lantas masuk ke dalam kamar korban. Mereka membangunkan Sarimin serta istrinya. Sarimin dipukul pada bagian kaki dengan menggunakan punggung senjata tajam jenis pancor. Sedangkan istrinya, ditendang pada bagian mulut hingga membuat bibirnya memar.
Setelah mengancam dan menyekap korban serta istrinya di dalam kamar, pelaku langsung mengacak-acak seluruh ruangan. Mereka mengambil barang berharga milik korban. Begitu barang diincar merasa cukup, pelaku lantas kabur lewat jalan semula dengan jalan kaki menuju kebun.
Tak lama setelah kawanan perampok kabur, korban langsung meminta tolong pada tetangganya. Kemudian melaporkan kejadian itu, ke petugas Polsek Dampit. Polisi pun cepat datang untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi.
“Korban mengaku sama sekali tidak kenal dengan para pelaku. Termasuk juga tidak mengenali suaranya. Ada kemungkinan pelaku kenal dengan korban dan berdomisili tidak jauh,” ujarnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top